Gorontalo (ANTARA) - Sikat gigi massal menjadi salah satu ajang kampanye kesehatan gigi dan mulut di Provinsi Gorontalo, yang digelar pihak Persatuan Terapis Gigi dan Mulut Indonesia (PTGMI).

Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Provinsi Gorontalo Anang S Otoluwa di Kota Gorontalo, Senin mengatakan mendukung kampanye yang dilakukan PTGMI Provinsi Gorontalo, dalam memperingati Hari Ulang Tahun ke-30 PTGMI tahun ini.

Kegiatan yang digelar di Lapangan Taruna Remaja, Kota Gorontalo tersebut, dinilai Anang sangat bermakna, sebab menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut, sebagai bagian dari menjaga kesehatan secara menyeluruh.

Anang mengapresiasi peran PTGMI yang secara konsisten mendorong edukasi kesehatan gigi dan mulut kepada masyarakat.

Menurutnya kampanye kesehatan tidak cukup hanya dilakukan ketika masyarakat sudah mengalami gangguan kesehatan, tetapi perlu diperkuat melalui edukasi dan pencegahan sejak dini.

“Kesehatan gigi dan mulut merupakan bagian penting dari kesehatan secara keseluruhan. Karena itu, edukasi dan membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat perlu dimulai sejak usia dini, sehingga masyarakat memiliki kesadaran untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut sebelum muncul masalah,” kata Anang.

Kegiatan tersebut melibatkan masyarakat secara langsung seperti jalan sehat, edukasi, penyuluhan, sampai praktik menyikat gigi, termasuk sikat gigi massal.

Hal itu, kata Anang, dapat menjadi sarana efektif untuk membangun kesadaran sekaligus membentuk kebiasaan sehat.

“Yang kita dorong bukan hanya pengetahuan, tetapi perubahan perilaku. Anak-anak harus dibiasakan menyikat gigi dengan cara dan waktu yang tepat, sementara orang tua perlu berperan memastikan kebiasaan tersebut terus dilakukan di rumah,” katanya.

Ketua DPD PTGMI Provinsi Gorontalo Fatmawati Palilati mengatakan tema peringatan HUT ke-30 tahun ini, yaitu PTGMI Hebat Indonesia Kuat, Meningkatkan Akselerasi Layanan Kesehatan Gigi dan Mulut Melalui Inovasi dan Transformasi Digital.

Rangkaian PTGMI di Gorontalo diisi dengan berbagai kegiatan kampanye kesehatan gigi dan mulut yang menyasar masyarakat, termasuk anak usia sekolah.

Menurut Fatmawati kampanye tersebut dilaksanakan melalui jalan sehat, edukasi dan penyuluhan kesehatan gigi dan mulut, serta sikat gigi massal yang mendapat antusiasme dari masyarakat.

Salah satu kegiatan dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 23 Tibawa, Kabupaten Gorontalo.

“Kami ingin momentum HUT ke-30 PTGMI tidak hanya menjadi perayaan organisasi, tetapi juga menjadi kesempatan untuk mengajak masyarakat, khususnya anak-anak, memahami pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut sejak dini,” kata Fatmawati.

Ia mengatakan kegiatan di lingkungan sekolah menjadi salah satu strategi penting karena anak-anak berada pada fase pembentukan kebiasaan.

Edukasi yang diberikan sejak dini diharapkan dapat mendorong perilaku menjaga kesehatan gigi dan mulut yang terbawa hingga dewasa.

Melalui edukasi, penyuluhan dan sikat gigi massal, pihaknya ingin memberikan pengalaman langsung kepada anak-anak tentang bagaimana menjaga kebersihan gigi dan mulut dengan benar.

Harapannya, kata dia, kebiasaan ini tidak berhenti di sekolah, tetapi juga diterapkan secara konsisten di rumah.

Rangkaian kegiatan tersebut sekaligus menegaskan peran terapis gigi dan mulut dalam upaya promotif dan preventif, terutama dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat dan mendorong perubahan perilaku sejak dini.

Hal ini sejalan dengan data Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang menunjukkan karies gigi menjadi salah satu penyakit yang paling banyak terdeteksi, bahkan tercatat sebagai penyakit keempat terbanyak setelah hipertensi, diabetes dan obesitas.

Temuan ini memperlihatkan bahwa kesehatan gigi dan mulut tidak dapat dipandang sebagai persoalan estetika semata, tetapi menjadi bagian penting dari upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.


 



Pewarta: Susanti Sako
Editor : Debby H. Mano

COPYRIGHT © ANTARA 2026