Gorontalo (ANTARA) - Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Provinsi Gorontalo menyiapkan pengembangan unit pendidikan dan pelatihan menjadi Badan Layanan Umum (BLU), untuk memperluas layanan sekaligus mendorong potensi pendapatan daerah.

Kepala BKPSDM Provinsi Gorontalo Budiyanto Sidiki di Gorontalo, Kamis, mengatakan pengembangan tersebut telah dipersiapkan selama sekitar dua tahun melalui penyusunan dokumen dan kajian bersama kementerian/lembaga serta Biro Organisasi.

"Kalau kita sudah BLU, proses bisnis kita sudah separuh organisasi pemerintah, tapi sudah separuh organisasi bisnis," kata Budiyanto.

Ia menjelaskan, status BLU nantinya memungkinkan unit pelatihan membuka layanan pendidikan dan pelatihan bagi peserta dari luar lingkungan Pemerintah Provinsi Gorontalo dengan pendekatan kontribusi.

Peserta dapat berasal dari kementerian/lembaga yang berada di Gorontalo maupun pemerintah kabupaten dan kota yang membutuhkan pelatihan tertentu.

Budiyanto mencontohkan pelatihan kepemimpinan nasional tingkat II (PKN II) yang memiliki jumlah peserta cukup besar, sementara jumlah pejabat yang dapat mengikuti pelatihan dari lingkungan Pemerintah Provinsi Gorontalo terbatas.

Karena itu, pihaknya ingin membuka kesempatan bagi peserta dari instansi lain untuk mengikuti pelatihan melalui skema kontribusi.

"Yang kita siapkan, sarana harus semakin baik, tenaga pengajar, dan kita punya sedikit keunggulan," ujarnya.

Keunggulan yang dimaksud adalah mengintegrasikan kegiatan pelatihan dengan pengenalan destinasi wisata di Gorontalo. Peserta dari luar daerah akan ditawarkan paket wisata yang dapat dilakukan pada waktu di luar jadwal pelatihan, terutama akhir pekan.

Menurut Budiyanto, konsep tersebut dapat memberikan nilai tambah bagi peserta sekaligus memperkenalkan potensi budaya dan pariwisata Gorontalo kepada masyarakat dari luar daerah.

"Paket yang mereka bayar itu sudah termasuk paket wisata yang kita bisa agendakan untuk mereka," katanya.

Ia berharap konsep tersebut dapat menarik peserta tidak hanya dari wilayah Sulawesi, tetapi juga dari luar Sulawesi.

Selain memberikan pengalaman kepada peserta, kunjungan tersebut diharapkan dapat memperluas promosi destinasi wisata Gorontalo melalui pengalaman langsung peserta yang kemudian dapat dibagikan kepada lingkungan mereka.

Budiyanto mengatakan pengembangan menuju BLU juga akan mendorong perubahan pola pengelolaan unit pelatihan karena harus mampu memberikan layanan yang memiliki nilai tambah dan menarik pengguna jasa.

"Kita cari nilai tambah. Salah satu nilai tambah yang bisa menjadi pembeda kita dengan kompetitor lainnya," ujarnya.

Ia menambahkan, sejumlah layanan pendidikan dan pelatihan nantinya berpotensi dikenakan biaya sesuai ketentuan pengelolaan BLU. Pendapatan dari layanan tersebut berpeluang memberikan kontribusi terhadap pendapatan daerah.

Saat ini, kata dia, pihaknya masih melakukan pembenahan fasilitas dan sarana pelatihan yang sebelumnya merupakan bekas kantor Pusat Informasi Jagung.

"Kita benahi, kita perbaiki pelan-pelan, kita lengkapi sarana dan prasarana supaya orang tertarik," katanya.

Ia mengatakan fasilitas tersebut kini tidak hanya dimanfaatkan untuk kegiatan pendidikan dan pelatihan, tetapi juga berbagai kegiatan lainnya dan telah dipublikasikan sebagai salah satu tempat yang dapat digunakan dengan skema berbayar.

Budiyanto menegaskan dukungan pemerintah daerah terhadap pengembangan tersebut telah disampaikan dan menjadi bagian dari upaya pembenahan kelembagaan serta peningkatan kualitas pelayanan pendidikan dan pelatihan di Gorontalo.



Pewarta: Faradila Alim
Editor : Debby H. Mano

COPYRIGHT © ANTARA 2026