Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) setempat, Muchtar Adam, Jumat, mengatakan, pihaknya terus memantau pergerakan harga komoditi rempah-rempah dan kebutuhan pokok di daerah ini termasuk jalur distribusinya.
Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi gejolak harga komoditi rempah-rempah dan kebutuhan pokok yang sering naik sebelum Ramadhan, dipicu tingginya permintaan.
Hasil pantauan pihaknya di beberapa pasar tradisional daerah itu, beberapa harga komoditi rempah-rempah tergolong stabil, diantaranya harga cabai rawit Rp20 ribu per kilo gram, atau turun drastis dari Rp35 ribu per kilo gram.
Kemudian bawang merah Rp24 ribu, bawang putih Rp12 ribu dan tomat dikisaran harga Rp10 ribu-Rp12 ribu per kilo gram.
Kenaikan sedikit terjadi untuk harga minyak kelapa curah yang sebelumnya Rp13.500 per kilo gram, naik menjadi Rp14.500 per kilo gram, serta telur ayam yang naik harga Rp100-Rp150 per butir.
Sedangkan kebutuhan pokok lainnya masih stabil dan diperkirakan akan bertahan jika pasokannya mampu terjaga, mengingat kebanyakan dipasok dari wilayah Kota Gorontalo, Pulau Jawa dan provinsi tetangga di Pulau Sulawesi.
"Kesiapan aparat untuk memantau jalur distribusi kebutuhan pokok jelang Ramadhan, terus dioptimalkan untuk memenuhi harapan masyarakat terhadap kestabilan harga di tingkat pasar," Ujar Muchtar.
Pihaknya pun terus berkoordinasi dengan instansi teknis terkait dan Bulog, untuk kesiapan menggelar pasar murah sebagai upaya intervensi pemerintah daerah menghadapi kenaikan harga komoditi rempah-rempah dan bahan pokok yang bisa terjadi jelang Ramadhan dan hari raya Idul Fitri.***2***
(T.KR-SSK/B/H013/H013) 30-05-2014 15:25:36
Pewarta: Susanti SakoEditor : Hence Paat
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.