Imigrasi Mamuju pastikan WNA awak kapal yacht miliki dokumen resmi

Imigrasi Mamuju pastikan WNA awak kapal yacht miliki dokumen resmi

Petugas Kantor Imigrasi Kelas II Non-TPI Mamuju berbincang dengan kru salah satu kapal yacht yang singgah di perairan Kabupaten Mamuju untuk membeli logistik dan mengisi bahan bakar, Kamis (12/9). HO/Kantor Imigrasi Kelas II Non-TPI Mamuju

Mamuju (ANTARA) - Kantor Imigrasi Kelas II Non-TPI Mamuju Provinsi Sulawesi Barat memastikan delapan warga negara asing (WNA) awak empat kapal yacht yang singgah di wilayah perairan Kabupaten Mamuju memiliki dokumen resmi.

Pada Kamis sekitar pukul 09.00 Wita, petugas dari Kantor Imigrasi Kelas II Non-TPI Mamuju bersama TNI Angkatan Laut Mamuju melakukan pemeriksaan terhadap empat Kapal Yacht berbendera Singapura, Inggris, Selandia Baru dan Switzerland.

"Masing-masing kapal yacht mempunyai dua orang kru," kata Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Non-TPI Mamuju Mulyadi melalui siaran pers yang diterima ANTARA, Kamis malam.   

Keempat kapal yacht itu berlayar dari Nunukan (Provinsi Kalimantan Utara) menuju Donggala (Sulawesi Tengah) dan tiba di Mamuju pada Kamis dini hari.

Keempat kapal tersebut baru saja mengikuti Rally Yacht yang dilaksanakan di Malaysia dan melanjutkan perjalanan ke Indonesia melalui Nunukan dalam rangka wisata keliling wilayah perairan Indonesia.

Baca juga: Imigrasi Tasikmalaya amankan delapan WNA Nigeria di Pangandaran
Baca juga: Tiga WNA tanpa dokumen tinggal di Sangihe
Baca juga: Imigrasi minta dua WNA penyalah guna izin tinggal siapkan Rp1,5 miliar


Menurut keterangan yang disampaikan para awak, kapal yacht tersebut akan berlayar ke Makassar, Lombok, Bangka Belitung, Medan dan ke luar wilayah Indonesia menuju Singapura.

Kapal yacht tersebut berada di perairan Pantai Manakarra Mamuju selama 3-4 hari untuk membeli makanan dan mengisi bahan bakar.

Berdasarkan hasil pemeriksaan diketahui delapan WNA sudah di-clereance dan diterakan tanda masuk sekaligus izin tinggal kunjungan oleh pejabat Imigrasi di Pelabuhan Tunon Taka Nunukan.

 "Dari hasil pemeriksaan, keempat kapal hacht dan delapan orang kru tersebut telah memenuhi ketentuan peraturan keimigrasian yang berlaku untuk berada di wilayah Indonesia," kata Mulyadi.

Kedelapan Warga negara asing tersebut, adalah Tan Kok Wah dan Heng Keng Sang berkewarganegaraan Singapura (kru Kapal Yacht EN Dian), Harris Kevin Noel dan Susan Harris Frances (kru Kapal Yacht SV Temptres Of Down) warga negara Inggris.

Michael Jeand Cloud dan Corinne Arlette (kru Kapal Yacht SV Javerne) warga negara Switzerland serta Finley Lane Ross dan Marion Kay (kru Kapal Yacht SV MaiTai) warga negara Selandia Baru.
Pewarta : Amirullah
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2019