Pasar Badung foto terbaik Jambore Fotografi Mahasiswa Indonesia XII

Pasar Badung foto terbaik Jambore Fotografi Mahasiswa Indonesia XII

Tiga belas pemenang foto terbaik Jambore Fotografi Mahasiswa Indonesia XII. (ANTARA/Komang Suparta/IST/2019)

Denpasar (ANTARA) - Foto berjudul Pasar Badung Kota Denpasar karya mahasiswa asal Kota Makassar, Sulawesi Selatan, menjadi pemenang dan karya terbaik lomba foto On The Spot Heritage Denpasar dalam rangkaian Jambore Forografi Mahasiswa Indonesia XII Tahun 2019.

Kepala Sub Bagian Pengumpulan Informasi dan Dokumentasi Bagian Humas Setda Kota Denpasar Anak Agung Ngurah Mahendra Putra di Denpasar, Sabtu, mengatakan peserta yang menjadi juara 1 adalah Mohamad Alif Alim Arifki asal Makassar, Juara II disabet I Putu Mahendra Dinata (Bali), dan juara III Abdur Rozaq (Jember).

Selain itu, juga ditetapkan 10 juara harapan yakni Riris, Johana Candra Nurcahyo, No En, Erwin, Ngayogyadiningrat, Alvaan, Ridho Albaihaqi, Muhamad Alfan Fauzi, Afif Imaduddin Azhari dan Nyoman Putra Pramana.

Seluruh pemenang berhak mendapat hadiah untuk juara I berupa piala, piagam penghargaan, uang Pembinaan serta Kamera Lumix G9. Untuk juara II, III dan 10 juara harapan berhak atas uang pembinaan dan piagam penghargaan. Serta 60 karya foto terbaik akan dipamerkan pada Pembukaan Denpasar Festival XII Tahun 2019.

Mahendra Putra mengatakan peserta Jambore Fotografi Nasional kali ini diikuti 500 peserta dari seluruh Indonesia antara lain dari Yogyakarta, Ternate, Cirebon, Bandung, Makassar, Surabaya, Aceh dan Papua.

Baca juga: Kantor Berita Antara gelar pameran fotografi bertajuk "Sportacular"

Baca juga: Oscar Motuloh terima gelar "Empu Ageng" dari ISI Yogyakarta


Seorang dewan juri lomba, Bayu Pramana menjelaskan bahwa pelaksanaan kegiatan tersebut bertujuan sebagai ajang temu akbar komunitas fotografer se-Indonesia. Selain itu kegiatan ini juga secara khusus bertujuan untuk mendukung eksistensi budaya dan pariwisata Bali, khususnya kawasan Heritage Jalan Gajah Mada Denpasar.

Dari seluruh karya foto yang dihasilkan sudah bagus. Namun demikian, bagaimana ke depannya dunia fotografi tetap eksis sebagai salah satu bagian dari sektor ekonomi kreatif.

"Jadi, dari seluruh karya yang dinilai semuanya memang bagus dan memiliki ciri khas tersendiri, namun semuanya bukan tentang siapa yang menjadi juara, namun bagaimana dunia fotografi saat ini tetap eksis serta tidak hanya menjadi hobi semata, tetapi sudah menjadi bagian dari ekonomi kreatif yang dapat memberikan nilai ekonomis tersendiri bagi pegiatnya," ujar Bayu Pramana.

Ngurah Mahendra atas nama Pemerintah Kota Denpasar turut mengapresiasi pelaksanaan kegiatan ini. Dimana sinergi antara pemerintah bersama komunitas, serta akademisi atau perguruan tinggi merupakan sebuah bentuk ekosistem kreatif sehingga hal ini menjadi sebuah aplikasi Co-Working yang mampu memberikan manfaat bagi kedua belah pihak.

Kami sangat mendukung dam memberikan apresiasi atas penyelenggaraan kegiatan ini, besar harapan dapat terus dilaksanakan sebagai bentuk sinergi bersama untuk mem-branding kawasan Heritage Kota Denpasar sebagai warisan budaya," katanya.

Lebih lanjut, Mahendra Putra mengatakan pihaknya berharap dari kegiatan yang diikuti oleh peserta dari berbagai daerah di Indonesia ini mampu memperkenalkan Kota Denpasar dan kawasan Heritage Gajah Mada sebagai destinasi wisata baru sehingga dapat memberikan dukungan terhadap pengembangan pariwisata budaya yang mendukung sektor ekonomi kreatif.

"Sangat bagus untuk memperkenalkan Kota Denpasar, sehingga kawasan kota Tua dan Heritage City dapat berkembang dan menjadi destinasi wisata unggulan baru di Kota Denpasar,” katanya.

Mohamad Alif Alim Arifki asal Makassar mengaku senang dapat mengikuti kegiatan fotografi di Bali. Hal ini mengingat Bali, khususnya Denpasar memiliki karakter daerah yang hampir sama dengan Surakarta. Kawasan heritage juga menjadi primadona, sehingga banyak spot foto yang bisa menjadi fokus karya.

"Tentunya atas juara ini saya sangat bangga dan bersyukur bisa menjadi yang terbaik pada ajang bergengsi fotografi mahasiswa se-Indoneisa ini, materi fotonya juga sangat bagus dan banyak sekali pilihannya, namun untuk menciptakan karya terbaik kita harus memilih salah satu. Terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung," ujarnya.

Adapun hunting foto dilaksanakan secara on the spot pada 17 Oktober 2019 mulai pukul 14.00 – 17.30 Wita dengan mengambil lokasi hunting di kawasan Zone Z Heritage Kota Denpasar, yakni Kawasan Jalan Gajah Mada, Jalan Kartini, Museum Bali, Taman Kumbasari, Tukad Badung, kawasan Pecinan Jalan Kartini, dan kawasan Jalan Sulawesi Kota Denpasar.*

Baca juga: Pameran Abad Fotografi Yogyakarta tampilkan karya 14 perupa foto

Baca juga: LKBN Antara gelar pelatihan fotografi di Bangka Belitung
Pewarta : I Komang Suparta
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019