Polisi tunggu hasil autopsi mahasiswa ITB tewas di tambang Arutmin

Polisi tunggu hasil autopsi mahasiswa ITB tewas di tambang Arutmin

Petugas Bid Dokkes Polda Kalsel yang melakukan autopsi jenazah Ricky Parulian. (antara/foto/firman)

Banjarmasin (ANTARA) - Kapolda Kalimantan Selatan Irjen Pol Yazid Fanani menyatakan pihaknya masih menunggu hasil autopsi jenazah mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) Ricky Parulian yang ditemukan tewas di areal tambang milik PT Arutmin Indonesia di Desa Sangsang, Kecamatan Kelumpang Tengah, Kabupaten Kotabaru.

"Kalau memang ada kejanggalan dari kematiannya, kita proses lebih lanjut guna mengungkapnya," kata Kapolda di Banjarmasin, Jumat.

Baca juga: Mahasiswa Unila meninggal saat diksar

Sebelumnya jenazah mahasiswa Teknik Geologi ITB angkatan 2016 yang sedang melakukan magang untuk tugas akhir di areal pertambangan tersebut telah dilakukan autopsi oleh tim dokter Forensik Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ulin Banjarmasin bersama Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Bid Dokkes) Polda Kalimantan Selatan.

Kabid Dokkes Polda Kalsel Kombes Pol dr Erwinn Zainul Hakim mengatakan, dalam proses autopsi dilaksanakan pemeriksaan patologi anatomi spesimen sampel.

Kemudian pemeriksaan toksikologi yang nantinya dilakukan di Laboratorium Forensik Polri cabang Surabaya.

"Jadi mekanisme kematian dan sebab kematian masih didalami menunggu hasil patologi anatomi dan toksikologi oleh Labfor Surabaya," ungkap Erwinn.

Baca juga: Seorang mahasiswa Palu meninggal di wilayah operasi Tinombala

Jasad Ricky Parulian, mahasiswa kelahiran Rantauprapat Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara, 7 Juni 1998, ditemukan tak bernyawa pada 25 Januari 2020 di lokasi tambang PIT. 4 PT Arutmin Indonesia di Desa Sangsang, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan.

Dari keterangan Polsek Kelumpang Tengah bahwa tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban pada saat awal jasad ditemukan oleh warga.

Baca juga: Unjuk rasa di DPRD Sultra, seorang mahasiswa meninggal dunia
Pewarta : Firman
Editor: Nurul Hayat
COPYRIGHT © ANTARA 2020