Jelang pertemuan Turki-Rusia, Suriah kuasai sebagian besar Aleppo

Jelang pertemuan Turki-Rusia, Suriah kuasai sebagian besar Aleppo

Tiga anak berjalan bersama saat mereka menghindar semakin jauh di wilayah kekuasaan pemberontak Aleppo, Suriah, Selasa (13/12/2016). (REUTERS/Abdalrhman Ismail)

Amman (ANTARA) - Pasukan pemerintah Suriah membuat kemajuan signifikan pada hari Minggu di provinsi Aleppo karena berhasil merebut sebagian besar wilayah yang dikuasai pemberontak itu, kata media pemerintah.

Keberhasilan merebut sebagian besar wilayah Aleppo terjadi sehari sebelum pertemuan antara Turki dan Rusia mengenai eskalasi di daerah itu.

Kemajuan pemerintah Suriah baru-baru ini di wilayah barat laut negara itu telah mengganggu kerja sama antara Ankara dan Moskow.

Ankara dan Moskow, masing-masing, mendukung kelompok-kelompok yang bertikai selama ini di Suriah.

Namun Turki dan Rusia telah bekerja sama untuk mencari solusi politik demi mengakhiri perang yang telah berkecamuk di Suriah selama sembilan tahun.

Turki, yang mendukung pemberontak Suriah, menyatakan kemarahannya setelah serangan pasukan Suriah di wilayah Idlib menewaskan 13 tentara Turki dalam dua minggu terakhir.

Turki mendesak Rusia untuk menghentikan serangan tersebut.

Baca juga: Media pemerintah Suriah: gerilyawan tembaki desa dengan gas
Baca juga: Serangan udara hantam rumah sakit di Aleppo Suriah


Turki mengancam akan menggunakan kekuatan militernya untuk mengusir pasukan Suriah kecuali mereka menarik diri pada akhir bulan.

Pada hari Minggu, pesawat tempur Rusia melakukan serangan udara besar-besaran di provinsi Aleppo, membom kota-kota termasuk Anadan.

Kota Anadan berhasil direbut oleh pasukan Suriah yang dibantu milisi, aktivis melaporkan.

Sumber-sumber militer pemberontak mengatakan pejuang oposisi telah mundur dari daerah itu, termasuk kota Anadan dan kota Haritan.

"Pada hari pertama, mereka mengambil daerah di mana selama delapan tahun mereka tidak dapat mengambil satu desa pun," kata Rami Abdulrahman, Direktur Pemantau Suriah untuk Hak Asasi Manusia yang berpusat di Inggris.

"Ada kemajuan yang sangat cepat oleh rezim (Suriah) di daerah ini," kata Abdulrahman. "Faksi-faksi telah ditarik dari sebagian besar daerah," tambahnya. Ia mengatakan pasukan Suriah telah merebut 13 kota dan desa di daerah itu.

Kemajuan itu terjadi setelah pasukan Assad mengusir pemberontak dari jalan raya utama M5 yang menghubungkan Aleppo ke Damaskus, dan membuka kembali rute tercepat antara dua kota terbesar Suriah untuk pertama kalinya dalam beberapa tahun terakhir.

Sementara itu pemberontak yang didukung Turki telah melancarkan operasi di Idlib untuk merebut kembali daerah dari pasukan pemerintah Suriah.

Kantor berita Anadolu yang dikelola pemerintah Turki mengatakan pada hari Minggu bahwa konvoi bala bantuan berkapasitas 100 kendaraan, termasuk pasukan, tank dan kendaraan serta peralatan militer, telah dikerahkan ke Idlib.

Turki sejauh ini telah mengirim ribuan tentara dan ratusan konvoi peralatan militer untuk memperkuat pos pengamatannya di Idlib, yang didirikan berdasarkan perjanjian de-eskalasi 2018 dengan Rusia. Gambar-gambar dari wilayah tersebut menunjukkan banyak rumah yang diselimuti bendera Turki, sementara rekaman menunjukkan penduduk meneriakkan "yel-yel" ketika konvoi militer itu lewat.

Pertemuan Turki-Rusia

Ketika pasukan Suriah melanjutkan upaya mereka untuk merebut kembali Idlib, wilayah terakhir yang dikuasai pemberontak, Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu mengatakan kepada rekan Rusia-nya bahwa serangan di Idlib harus segera dihentikan dan gencatan senjata yang abadi harus dicapai.

"Kami memberi tahu (Rusia pada hari Sabtu) ... bahwa agresi di Idlib harus dihentikan dan bahwa gencatan senjata yang abadi harus dicapai sekarang," kata Cavusoglu kepada wartawan saat menghadiri Konferensi Keamanan di Munich, Jerman.

Ia mengatakan pejabat Turki dan Rusia akan membahas masalah ini di Moskow pada hari Senin.

Cavusoglu juga mengatakan dia bertemu dengan beberapa anggota parlemen AS di konferensi tersebut.

Ia mengatakan Washington seharusnya bekerja untuk meningkatkan hubungannya dengan Ankara, bukan hanya karena ketegangan saat ini antara Turki dan Rusia.

"Kami memberi tahu mereka bahwa kami mengharapkan pendekatan tulus dari Amerika Serikat sejalan dengan semangat aliansi kami," katanya, beberapa hari setelah utusan utama AS untuk Suriah datang ke Ankara untuk mengadakan pembicaraan tentang Idlib dan kerja sama di Suriah.

Presiden Turki Tayyip Erdogan mengatakan militernya akan mengusir pasukan Suriah jika mereka tidak keluar dari Idlib pada akhir bulan Februari.

Dalam pertemuan dengan juru bicara parlemen Iran Ali Larijani, Assad mengatakan bahwa "negara Suriah bertekad untuk membebaskan semua tanah Suriah dari terorisme", kantor berita negara Suriah SANA melaporkan.

Sumber : Reuters

Baca juga: Bashar bertekad teruskan perang dan Aleppo jadi kuburan Erdogan
Baca juga: Ulama Suriah Dibunuh di Allepo
Pewarta : Azis Kurmala
Editor: Mulyo Sunyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2020