Anak-anak di Baresos Antasena diberi motivasi Mensos

Anak-anak di Baresos Antasena diberi motivasi Mensos

Menteri Sosial Juliari P. Batubara saat memberikan motivasi kepada puluhan anak penerima manfaat Balai Rehabilitasi Sosial (Baresos) Anak yang Memerlukan Perlindungan Khusus (BRSAMPK) Antasena di Magelang, Jateng, Sabtu (22/2/2020). (FOTO ANTARA/Heru Suyitno)

Magelang, Jateng (ANTARA) - Menteri Sosial Juliari P. Batubara memberikan motivasi kepada puluhan anak penerima manfaat Balai Rehabilitasi Sosial (Baresos) Anak yang Memerlukan Perlindungan Khusus (BRSAMPK) Antasena di Magelang, Jawa Tengah.

Dalam kunjungan ke BRSAMPK Antasena di Magelang, Sabtu, Mensos mengajak keluarganya.

Setelah melihat asrama dan kegiatan para penerima manfaat di Baresos tersebut, Mensos memberikan motivasi kepada anak-anak penerima manfaat di aula setempat.

"Anak-anakku sekalian penerima manfaat kalau saya berkunjung ke sini lagi kalian sudah tidak ada lagi di sini, artinya sudah kembali ke rumah kalian masing-masing, jangan jadi penghuni di sini terus, tidak mau kan?," katanya.

Mensos menyampaikan kalau anak-anak kembali ke rumah masing-masing tentunya sudah menjadi anak-anak, menjadi pemuda dan pemudi yang lebih baik, lebih semangat dan lebih termotivasi karena kalian ini penerus bangsa ini.

"Nanti 10, 20, 30 tahun lagi bangsa ini, negara ini ada di tangan kalian. Kalau sekarang kalian masih punya orang tua, nanti kalau kalian sudah tidak punya orang tua lagi kalian hidup sendiri di tengah-tengah masyarakat," katanya.

Mensos mengatakan kalau hidup sendiri namun tidak dibekali dengan moral yang baik , mental yang baik, etika yang baik, spiritualitas yang baik, nanti jadi manusai yang ngawur.

"Kalian tidak mau to jadi manusia ngawur. Kita harus jadi pemuda pemudi yang bermanfaat, mungkin kalian nanti ada yang jadi polisi, TNI, guru, ustadz, dan Menteri Sosial," katanya.

Menurut Mensos titik baliknya di sini, dan juga tempat menyadarkan apa yang dilakukan anak-anak di masa lalu. Yang tidak baik tidak boleh dilakukan lagi, karena orang tua di mana pun tidak ingin anak-anaknya tidak memiliki masa depan.

Ia menegaskan semua orang tua melahirkan anak-anaknya untuk mempunyai masa depan yang baik. Semua orang tua di dunia ingin anak-anaknya hidupnya lebih baik dari mereka.

"Saya ingin anak-anak saya suatu saat nanti hidupnya lebih baik dari saya, tidak ada orang tua yang ingin anaknya hidupnya lebih susah dari orang tuanya. Oleh karena itu kalian harus ingat berbakti kepada orang tua itu adalah pengabdian yang paling luhur," katanya.

Ia menyampaikan anak-anak yang dulu pemakai (obat-obatan terlarang) ke depan tidak boleh lagi, yang dulu suka tawuran jangan sampai kumat lagi, yang dulu ikut-ikuttan curanmor jangan lagi, dan yang urusan pelecehan seksual jangan ada lagi.

"Masa depan kalian masih panjang, ada yang usianya baru 13 tahun, jadi masih panjang, lupakan yang kemarin dan ke depan jadi orang yang berguna," demikian Mensos Juliari P. Batubara.

Baca juga: Mensos: Pekerja sosial ujung tombak program rehabilitasi sosial anak

Baca juga: Rehabilitasi sosial Kemensos jangkau 461.942 anak

Baca juga: Kemensos siapkan Balai Rehabilitasi Sosial Anak
Pewarta : Heru Suyitno
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2020