Gubernur Jabar pesan tidak panik hadapi COVID-19

Gubernur Jabar pesan tidak panik hadapi COVID-19

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kami beserta istri (ANTARA/Riza Harahap)

Bogor (ANTARA) - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil berpesan kepada para bupati dan wali kota di Provinsi Jawa Barat untuk disampaikan kepada semua warga agar terus menjaga kesehatan diri dan tidak panik menghadapi wabah COVID-19.

"Sampaikan kepada masyarakat agar jangan panik menghadapi virus Corona. Jaga kesehatan diri masing-masing. Sosialisasikan hidup sehat di sekolah-sekolah. Buat program kebersihan di setiap sekolah. Maksimalkan pengawasan terutama kepada turis asing," kata Ridwan Kamil pada dialog video jarak jauh bersama dengan sembilan kepala daerah di Provinsi Jawa Barat, Selasa.

Video jarak jauh kepada wali kota Bogor diterima oleh Sekretaris Daerah Kota Bogor, Ade Sarip Hidayat, di Balai Kota Bogor. Sedangkan, Wali Kota Bogor Bima Arya sedang melakukan kunjungan kerja ke Turki dan Azerbaijan, pada 9-14 Maret 2020.

Ridwan Kamil melakukan dialog video konferensi jarak jauh itu pada kegiatan uji coba fasilitas Pusat Informasi Korona Jawa Barat (ikobar) di Pemerintah Provinsi Jawa Barat yakni Command Center, yang dimanfaatkan untuk memantau perkembangan wabah COVID-19.

Baca juga: Cegah COVID-19, dr Corona imbau warga kurangi jalan ke luar negeri

Menurut Emil, panggilan Ridwan Kamil, seluruh kepala daerah di Jawa Barat, saat ini harus meningkatkan kewaspadaan terhadap isu COVID-19 karena sudah menjadi isu nasional, bahkan dunia.

"Arahan saya, pertama adalah pastikan setiap kabupaten dan kota memiliki call center untuk COVID-19. Data dan lainnya bisa diminta ke Command Center dan Pikobar," terang dia.

Emil juga menyarankan agar kepala daerah menyampaikan kebutuhan rumah sakit yang menjadi rujukan COVID-19, terutama untuk kebutuhan peralatan bagi perawat.

Emil juga menjanjikan siap mengucurkan dana tak terduga untuk membantu rumah sakit jika membutuhkan dana dadakan.

Baca juga: Total 27 orang positif COVID-19 di Indonesia

Pemerintah Provinsi Jawa Barat, kata dia, memiliki dana tidak terduga yang bisa dimanfaatkan untuk bantuan rumah sakit.

"Kabupaten dan kota harus selalu update informasi, punya grup WA. Command Center ini dibuat agar bahasa menjadi sama dan kompak," katanya.

 
Pewarta : Riza Harahap
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2020