Pembebasan tahanan Taliban mandek karena perkara jaminan

Pembebasan tahanan Taliban mandek karena perkara jaminan

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo berjalan menjelang penandatanganan kesepakatan antara anggota delegasi Taliban Afganistan dan pemerintah Amerika Serikat di Doha, Qatar, Sabtu (29/2/2020). (REUTERS/IBRAHEEM AL OMARI)

Kabul (ANTARA) - Rencana pemerintah Afghanistan mulai membebaskan para tahanan Taliban mandek pada Sabtu karena perselisihan soal jumlah yang harus dilepaskan dan jaminan bahwa mereka tak akan kembali bertarung, juru bicara pemerintah mengatakan.

Taliban berjanji akan membuka pembicaraan dengan pemerintah Afghanistan sebagai bagian dari kesepakatan yang dicapai dengan Amerika Serikat bulan lalu untuk mengakhiri 18 tahun keterlibatan AS dalam perang di Afghanistan.

Kelompok militan itu mengatakan kesepakatan mensyaratkan pemerintah membebaskan 5.000 tawanan sebelum pembicaraan mulai. Pemerintah mengatakan pembicaraan itu harus mulai dan kekerasan berkurang sebelum pihaknya akan membebaskan semua tahanan.

Awal pekan ini Presiden Ashraf Ghani setuju membebaskan 1.500 tahanan pada Sabtu dengan rencana membebaskan sisanya begitu syarat-syarat terpenuhi.

Taliban menolak menerima pembebasan sebagian tahanan atau syarat-syarat apa pun untuk pembebasan itu, kata juru bicaranya.

Para pejabat dan pakar mengatakan isu itu menjadi halangan utama untuk memulai pembicaraan perdamaian, bersamaan dengan tantangan tambahan yang muncul dari perselisihan yang menajam antara Ghani dan lawan politiknya Abdullah Abdullah.

Dua orang itu mengatakan mereka pemimpin yang sesungguhnya negara itu. Pertikaian tajam keduanya mengarah pada risiko terjadinya pemerintahan ganda yang sedang dibentuk dan mengganggu pengangkatan utusan untuk berunding dengan Taliban.

Sumber: Reuters

Baca juga: Pemerintah Afghanistan bebaskan 1.500 tahanan Taliban

Baca juga: AS dan Taliban teken kesepakatan penarikan pasukan

Baca juga: AS akan tarik pasukan dari Afghanistan dalam 14 bulan
Pewarta : Mulyo Sunyoto
Editor: Gusti Nur Cahya Aryani
COPYRIGHT © ANTARA 2020