Luapan Sungai Batanghari banjiri 1.209 rumah

Luapan Sungai Batanghari banjiri 1.209 rumah

Balai Desa Pasar Terusan Kecamatan Maro Sebo Ilir termasuk yang terendam banjir selain 1.209 rumah di Kabupaten Batanghari Provinsi Jambi. ANTARA/HO-BPBD Batanghari

Jambi (ANTARA) - Sebanyak 1.209 rumah di Kabupaten Batanghari, Provinsi Jambi terendam banjir akibat luapan dari air Sungai Batanghari.

"Rumah yang terendam banjir tersebar di empat kecamatan," kata Kepala Pelaksana BPBD Batanghari Syar'i di Batanghari Jambi, Rabu.

Empat kecamatan di Kabupaten Batanghari yang pemukiman penduduknya sudah terendam banjir yakni Kecamatan Mersam, Muara Tembesi Maro Sebo Ilir dan Kecamatan Muara Bulian.

Dari empat kecamatan tersebut, banjir terparah terjadi di Kecamatan Muara Tembesi, dimana di Kecamatan tersebut terdapat 1.072 rumah terendam banjir, sepanjang 900 meter jalan terendam banjir serta satu rumah ibadah dan dua sarana pendidikan turut terendam banjir.

Baca juga: BPBD Dharmasraya imbau warga aliran Batanghari waspada
Baca juga: Debit Sungai Batanghari meningkat, warga waspada banjir

Sementara itu, di Kecamatan Maro Sebo Ilir terdapat 90 rumah dan 500 meter jalan yang terendam banjir, di Kecamatan Muara Bulian, terdapat 47 rumah dan 45 meter jalan yang terendam banjir. Sementara di Kecamatan Mersam terdapat 486 rumah yang tergenang banjir.

"Banjir ini disebabkan intensitas curah hujan yang cukup tinggi, terutama di hulu sungai, sehingga debit air meningkat dan meluap ke pemukiman warga," kata Syar'i.

Ia menjelaskan, petugas BPBD saat ini telah bersiap di sejumlah titik banjir dengan mendirikan tenda darurat dan menyiagakan perahu karet sebagai antisipasi jika ketinggian air terus meningkat. Sehingga petugas dapat dengan segera melakukan evakuasi.

Baca juga: Seribu lebih rumah warga kebanjiran di Batanghari
Baca juga: Tujuh kecamatan di Batanghari dilanda banjir

Berdasarkan pantauan BPBD Batanghari, ketinggian muka air Sungai Batanghari yang diukur menggunakan alat pengukur ketinggian air (APKA) per tanggal 5 April 2020 pukul 07.00 WIB berada di angka 368 sentimeter.

"Berdasarkan ketinggian muka air saat ini statusnya waspada banjir," kata Syar'i.

Melihat debit air Sungai Batanghari yang terus meningkat, BPBD Batanghari menghimbau masyarakat untuk waspada. "Terutama masyarakat yang pemukiman-nya berada di sepanjang aliran sungai, karena ketinggian muka air Sungai Batanghari diperkirakan akan terus meningkat," katanya.

Baca juga: Sungai Batanghari meluap, ribuan rumah di tujuh desa terendam
Baca juga: Dua orang meninggal akibat banjir di Jambi

Pewarta : Muhammad Hanapi
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2020