Tambah 17 orang, positif COVID-19 di Malang Raya-Jatim naik 164 kasus

Tambah 17 orang,  positif COVID-19 di Malang Raya-Jatim naik 164 kasus

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa pada saat memimpin rapat koordinasi pelaksanaan masa transisi menuju kondisi normal baru, di Posko Koordinasi PSBB Malang Raya, di Kota Malang, Jawa Timur, Minggu (31/5/2020). ANTARA/HO-Pemkot Malang/VFT/aa.

Malang, Jawa Timur (ANTARA) - Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Kota Batu menyatakan bahwa jumlah pasien positif terjangkit virus corona jenis baru penyebab COVID-19 di wilayah Malang Raya, Jawa Timur pada Senin (1/6) 2020 bertambah 17 orang, sehingga secara keseluruhan ada sebanyak 164 orang positif COVID-19 di wilayah tersebut.

"Hari ini ada penambahan pasien yang dikonfirmasi positif sebanyak 14 orang di Kota Batu, satu di Kota Malang dan dua di Kabupaten Malang sehingga jumlahnya 17 kasus," kata Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Kota Batu M Chori, di Kota Batu, Jawa Timur, Senin.

Malang Raya terdiri atas Kota Malang, Kabupaten Malang dan Kota Batu.

Ia menjelaskan bahwa selain di Kota Batu, ada penambahan satu kasus di Kota Malang, sehingga secara keseluruhan ada 51 kasus positif di kota tersebut. Di Kabupaten Malang, kasus positif bertambah dua orang, dan secara keseluruhan terdapat 85 orang positif COVID-19.

Chori menjelaskan, penambahan sebanyak 14 kasus positif COVID-19 di Kota Batu tersebut, sebanyak 13 orang merupakan warga Desa Giripurno, Kecamatan Bumiaji, dan satu orang merupakan warga Desa Beji, Kecamatan Junrejo.

Menurut Chori, tambahan pasien positif sebanyak 13 orang di Desa Giripurno tersebut usai dilakukan uji cepat atau rapid test pada 22 Mei 2020. Kemudian, pada 26 Mei dilakukan swab test untuk warga yang dinyatakan reaktif pada saat menjalani uji cepat COVID-19.

"Swab test dilakukan pada 26 Mei 2020, dan hasilnya keluar hari ini dinyatakan positif COVID-19," katanya.

Di Desa Giripurno, saat ini tengah menerapkan karantina lokal dalam upaya menekan penyebaran COVID-19. Karantina lokal Desa Giripurno tersebut dilakukan di tujuh wilayah Rukun Tetangga, yang dimulai pada 23 Mei hingga 5 Juni 2020.

Di Kota Batu, kata M Chori, secara keseluruhan terdapat 28 kasus positif COVID-19. Dari total tersebut, tiga orang dinyatakan sembuh, satu orang meninggal dunia, dan sisanya masih berada dalam perawatan.

Sementara itu, Kepala Bagian Humas Pemerintah Kota Malang Nur Widianto mengatakan bahwa satu pasien tambahan yang positif di Kota Malang tersebut, saat ini tengah dirawat di rumah sakit rujukan penanganan COVID-19.

"Untuk tambahan satu pasien tersebut, berjenis kelamin perempuan, berusia 51 tahun. Saat ini dirawat di rumah sakit," kata Widianto.

Satgas Penanganan COVID-19 Kota Malang, kata dia, saat ini tengah melakukan penelusuran riwayat pasien positif tersebut. Namun, pasien tersebut dipastikan tidak memilki kontak erat dengan pasien positif sebelumnya.

"Tidak ada kontak erat dengan konfirmasi positif, untuk data lainnya masih kami tracing," kata Widianto.

Di Kota Malang, terdapat 51 kasus positif COVID-19. Sebanyak 17 orang dinyatakan sembuh, dua orang meninggal dunia, dan sisanya masih dirawat.

Sementara di wilayah Kabupaten Malang, pada Senin (1/6) dilaporkan ada dua penambahan kasus positif COVID-19. Secara keseluruhan terdapat 85 kasus positif COVID-19, di mana 28 orang telah dinyatakan sembuh, 14 orang meninggal dunia, dan sisanya masih dalam perawatan.

Kota Malang bersama Kabupaten Malang, dan Kota Batu baru saja menyudahi penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pada 30 Mei 2020. Saat ini, wilayah Malang Raya tengah memasuki masa transisi menuju kondisi normal baru.

Baca juga: Malang Raya segera siapkan aturan masa transisi normal baru

Baca juga: Gugus Tugas Jatim catat pasien positif COVID-19 mencapai 4.920 orang

Baca juga: Tambah lima kasus, pasien positif COVID-19 Malang Raya naik 101 orang

Baca juga: Gubernur Jatim harapkan pelaksanaan PSBB Malang Raya berjalan efektif

Baca juga: Malang Raya segera masuki masa transisi usai pelaksanaan PSBB

Pewarta : Vicki Febrianto
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2020