Penambahan pasien sembuh COVID-19 di Jatim tunjukkan tren baik

Penambahan pasien sembuh COVID-19 di Jatim tunjukkan tren baik

Data penanganan pasien COVID-19 di Jatim yang ditampilkan di sela konferensi pers di Gedung Negara Grahadi di Surabaya, Jumat (05/06/2020) malam. (ANTARA/Humas Pemprov Jatim/FA)

Surabaya (ANTARA) - Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan COVID-19 Provinsi Jawa Timur mencatat penambahan jumlah pasien sembuh di wilayah setempat menunjukkan tren baik karena selalu di atas 100 orang pada empat hari terakhir.

"Hari ini per pukul 17.00 WIB, kembali rasa syukur Alhamdulillah kita ucapkan karena tambahan pasien sembuh mencapai 154 orang," ujar Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Jumat malam.

Baca juga: Gugus Tugas Jatim: 20 daerah terkonfirmasi tambahan positif COVID-19

Sejak Selasa (2/6) hingga hari ini atau selama empat hari berturut-turut, jumlah pasien terkonversi negatif di Jatim 100 orang, 292 orang, 116 orang dan 154 orang.

Secara total, jumlah pasien sembuh dari COVID-19 di Jatim 1.361 orang atau 24,54 persen yang tersebar di 38 kabupaten/kota.

Khusus hari ini, rincian pasien sembuh, yaitu 132 orang dari Surabaya, lima orang dari Ponorogo, masing-masing tiga orang dari Kota Probolinggo dan Nganjuk, masing-masing dua orang dari Kabupaten Kediri, Gresik, Lamongan, dan Kota Malang serta masing-masing satu orang dari Kota Madiun, Kabupaten Madiun dan Lumajang.

Baca juga: Pemprov Jatim perbolehkan kegiatan masjid asalkan protokol kesehatan

Baca juga: Gugus Tugas Jatim utus tim "COVID-19 Hunter" sasar OTG-PDP ke daerah


Khofifah yang juga Gubernur Jawa Timur mengapresiasi perjuangan para tenaga medis dan menilai dedikasi serta pengorbanan yang diberikan sangat luar biasa. "Semoga capaian ini menjadi optimisme juga bagi para pasien untuk terus sembuh," ucap orang nomor satu di Pemprov Jatim tersebut.

Sementara itu, berdasarkan data dari gugus tugas provinsi, per hari ini juga terdapat penambahan kasus sebanyak 134 kasus baru sehingga menjadi 5.547 kasus.

Untuk pasien meninggal dunia, tambahannya 16 orang, sehingga menjadi 462 orang. Sedangkan, jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) 7.111 orang, kemudian orang dalam pemantauan (ODP) 25.294 orang, dan kasus orang tanpa gejala (OTG) 19.857 orang.

Baca juga: Khofifah apresiasi tenaga medis karena pasien sembuh meningkat
Pewarta : Fiqih Arfani
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2020