Putus COVID-19, pasar tradisional Kota Tangerang disemprot disinfektan

Putus COVID-19, pasar tradisional Kota Tangerang disemprot disinfektan

Kegiatan penyemprotan disinfektan di pasar tradisional yang dilakukan Perusahaan Daerah (PD) Pasar Kota Tangerang, Provinsi Banten bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di Tangerang, Kamis (9/7/2020) dalam upaya menekan penyebaran COVID-19. ANTARA/Achmad Irfan/am.

Tangerang, Banten (ANTARA) - Perusahaan Daerah (PD) Pasar Kota Tangerang, Provinsi Banten bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kota itu melakukan penyemprotan disinfektan ke seluruh pasar tradisional dalam memutus penyebaran COVID-19.

Direktur PD Pasar Kota Tangerang, Tietin Mulyati di Tangerang Kamis mengatakan, ada sembilan pasar yang dilakukan penyemprotan, yakni Pasar Anyar, Pasar Malabar, Pasar Ramadani, Pasar Bandeng, Pasar Gerendeng, Pasar Poris dan Pasar Jatiuwung, Pasar Cibodas, dan Pasar Jatake.

"Sebagai upaya dalam memutus penyebaran COVID-19, kita ingin memastikan jika pasar-pasar tradisional dalam keadaan bersih. Maka itu, kita lakukan penyemprotan," katanya.

Dijelaskannya, kegiatan penyemprotan ini disambut baik oleh pedagang dan juga pembeli. Karena memberikan rasa aman saat proses jual beli.

Namun demikian, pihaknya tetap mengimbau kepada penjual untuk selalu menjaga kebersihan dan menerapkan protokol kesehatan seperti menggunakan masker dan menyediakan tempat cuci tangan.

Lalu, untuk pembeli diharapkan selalu menjaga jarak saat membeli dan menghindari desak - desakan serta memakai masker. "Kami berikan imbauan kepada pedagang agar selalu menerapkan protokol kesehatan," ujarnya.

Selain melakukan penyemprotan disinfektan, di pasar tradisional pun digelar tes cepat COVID-19 dengan sasaran adalah penjual dan pembeli. "Kegiatan ini dilakukan oleh Dinas Kesehatan melalui puskesmas," kata Tietin Mulyati.

Sebelumnya, Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah mengatakan, pelaksanaan kegiatan dengan sasaran keramaian adalah bagian dari upaya memutus penyebaran COVID-19 di masa transisi normal baru.

"Kami meyakini bahwa pelaksanaan rapid test yang disebar pada beberapa lokasi tersebut bisa mendeteksi dini jika ada warga yang terpapar covid-19 kemudian berkunjung ke tempat-tempat keramaian. Untuk hari ini telah disiapkan alat rapid test sebanyak 100 buah," katanya.

Baca juga: Jumlah pasien positif COVID-19 di Kota Tangerang 54 orang

Baca juga: Pasar Tangerang sediakan belanja pangan daring antisipasi keramaian

Baca juga: Tangerang siapkan anggaran jaring pengaman sosial Rp138 miliar

Baca juga: Imbas COVID-19, 3.042 pekerja di Kota Tangerang-Banten terkena PHK
Pewarta : Achmad Irfan
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2020