UMS pastikan tidak ada keringanan SPP mahasiswa meski ada pandemi

UMS pastikan tidak ada keringanan SPP mahasiswa meski ada pandemi

Sofyan Anif saat memberikan keterangan kepada wartawan. (ANTARA/Aris Wasita)

Solo (ANTARA) - Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memastikan tidak ada keringanan besaran sumbangan pembinaan pendidikan (SPP) bagi mahasiswa meski pandemi COVID-19 belum usai dan berdampak pada lesunya perekonomian dalam negeri.

"Sejak awal, kalau terkait SPP kami punya konsep ini tidak bisa dikurangi karena kami punya profil capaian pembelajaran," kata Rektor UMS Sofyan Anif usai acara pengukuhan guru besar di Solo, Kamis.

Ia mengatakan untuk menghasilkan profil lulusan yang sesuai dengan standar UMS maka harus didukung oleh pembelajaran yang berkualitas.

Baca juga: 45 proposal UMS lolos pendanaan Kemdikbud

"Ini harus didukung dengan pembelajaran yang tidak bisa di'owah-owah' (diubah-ubah), termasuk kalau anggaran dikurangi mungkin capaian profil kelulusan juga berubah," katanya.

Meski demikian, dikatakannya, saat ini pihak kampus tengah menyeleksi penerima bantuan biaya kuliah dari pemerintah yang akan diberikan kepada sebanyak 60 mahasiswa.

Baca juga: UMS bantu mahasiswa rantau selama Ramadhan

Selain itu, dikatakannya, akan ada juga anggaran dari setiap fakultas yang berasal dari dana keumatan dengan memberdayakan fakultas untuk kemudian diberikan kepada mahasiswa yang membutuhkan.

"Kami juga ada bantuan uang pulsa sebesar Rp200.000 kepada setiap mahasiswa. Kemungkinan ini akan kami tambah," katanya.

Sebelumnya, meski pandemi COVID-19 belum usai, pihaknya akan tetap menerapkan "learning blended' yaitu untuk kuliah daring akan dilakukan sebanyak 50 persen dan 50 persen lagi secara luar jaringan atau tatap muka.

Baca juga: UMS-ACT Surakarta lakukan penyemprotan disinfektan secara mandiri

Menurut dia, kuliah secara tatap muka ini kemungkinan akan dilakukan akhir bulan Oktober atau awal bulan November.

"Karena memang sesuai aturan harus ada sekian persen satu nomenklatur yang harus bertatap muka. Apalagi kedokteran kan 'nggak' bisa didaring, termasuk farmasi dan fisioterapi," katanya.

Baca juga: Tahun 2029 target UMS menjadi "World Class University"

 
Pewarta : Aris Wasita
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2020