XL Axiata perkuat jaringan fiber hingga daerah terpencil

XL Axiata perkuat jaringan fiber hingga daerah terpencil

Seorang teknisi perusahaan operator telekomunikasi sedang memasang BTS di salah satu tower dalam upaya memperkuat jaringan telekomunikasi. ANTARA/HO-XL Axiata.

Jakarta (ANTARA) - Operator telekomunikasi XL Axiata terus memperkuat jaringan data fiber optik hingga ke seluruh daerah terpencil yang sebelumnya sama sekali belum memiliki akses internet mendukung visi pemerintah dalam mengakselerasi pembangunan nasional.

"Saat ini jaringan data 4G XL Axiata telah menjangkau lebih dari 450 kota/kabupaten di hampir seluruh provinsi Indonesia. Total panjang jaringan backbone fiber optik mencapai lebih dari 45 ribu ribu kilometer dan setiap tahun jangkauan jaringan data kami terus semakin luas dan akan semakin banyak menjangkau masyarakat hingga ke pelosok-pelosok daerah," kata Plt Chief Technology Officer XL Axiata, I Gede Darmayusa dalam konferensi pers digital di Jakarta, Selasa.

Kapasitas jaringan data XL Axiata juga terus ditingkatkan seiring dengan semakin meningkatnya trafik layanan data setiap tahun. Hingga semester I 2020, trafik data telah meningkat lebih dari 40 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Kapasitas jaringan yang telah ditingkatkkan sebesar dua kali lipat akan mampu melayani peningkatan trafik data sejak masyarakat menjalani aktivitas bekerja dan belajar dari rumah guna mengindari penyebaran COVID-19.

Total BTS yang kini menopang layanan kepada seluruh pelanggan mencapai lebih dari 133.000 BTS, dan lebih dari 43.000 di antaranya merupakan BTS 4G/LTE.

Jumlah BTS ini juga terus meningkat setiap tahunnya seiring dengan pelaksanaan program peningkatan kualitas jaringan dan perluasan daerah layanan. Sebagian dari BTS tersebut berada di lokasi yang terpencil dan bahkan sangat terpencil di area perbatasan dengan negara lain atau di pulau-pulau wilayah terluar Republik Indonesia.

Bekerjasama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika, perusahaan juga membangun BTS yang melayani daerah tertinggal melalui skema universal service obligation (USO). Hingga tahun ini, sudah terbangun sebanyak lebih dari 350 titik BTS USO tersebut.

Gede menambahkan, sebagai operator layanan telekomunikasi dan data, perusahaan memiliki peran yang strategis dalam mendukung transformasi masyarakat Indonesia memasuki era digital. Selain membangun jaringan data, pihaknya juga mengadopsi berbagai teknologi jaringan terbaru dan tercanggih yang akan menambah manfaat keberadaan jaringan sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat.

"Salah satu fokus perusahaan saat ini adalah mempersiapkan layanan 5G. Dengan 5G, maka akan semakin besar manfaat teknologi digital yang bisa ditawarkan kepada masyarat Indonesia, yang sekaligus juga akan bisa mendukung program-program pembangunan," katanya.

Dikatakan, salah satu persiapan yang dilakukan perusahaan menuju 5G adalah fiberisasi jaringan yang juga sekaligus mendukung peningkatan kualitas jaringan data di setiap area karena salah satu manfaat dari proses ini adalah kapasitas jaringan transport menjadi lebih besar.
Pewarta : Ahmad Wijaya
Editor: Adi Lazuardi
COPYRIGHT © ANTARA 2020