Menaker kunjungi pekerja penerima BSU di Kota Malang

Menaker kunjungi pekerja penerima BSU di Kota Malang

Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah (kiri), pada saat mengunjungi salah satu pekerja penerima Bantuan Subsidi Upah (BSU) yang digelontorkan oleh pemerintah, di Kelurahan Ketawanggede, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur Kamis (22/10/2020). (ANTARA/HO-Humas Kemenaker/VFT)

Malang, Jawa Timur (ANTARA) - Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengunjungi salah satu pekerja di Jalan Kertorejo Kota Malang, Jawa Timur, yang menerima Bantuan Subsidi Upah (BSU) dari pemerintah, Kamis.

Ida mengatakan dalam kunjungan tersebut, ia melakukan dialog dan ingin mengetahui apakah BSU yang disalurkan oleh pemerintah itu bisa membantu memenuhi kebutuhan pekerja selama pandemi COVID-19.

"Saya menyempatkan diri untuk dialog dan bantuan tersebut ada manfaatnya. Harapan pekerja, pemerintah selalu hadir saat buruh atau pekerja membutuhkan," kata Ida di sela kunjungannya di Jalan Kertorejo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang.

Baca juga: Pemerintah telah salurkan subsidi gaji ke 12,1 juta pekerja

Dalam kesempatan itu, Ida mengunjungi rumah Erwin Junaedi, pekerja di Taman Rekreasi Sengkaling. Istri Erwin, Yatiningsih juga menerima BSU dari pemerintah. Yatiningsih bekerja di Pabrik Rokok Pundimas.

Ida menambahkan menurut pengakuan para penerima BSU tersebut, bantuan yang digelontorkan pemerintah bisa dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari di tengah pandemi virus corona. "Saya mendengar kesaksian, bantuan dari pemerintah ini bisa dipergunakan untuk menambal kebutuhan sehari-hari. Semoga semuanya lancar," ujar Ida.

Ida menambahkan pada akhir Oktober 2020, Kementerian Ketenagakerjaan akan melakukan evaluasi penyaluran BSU untuk para pekerja tersebut. Diharapkan, pada November 2020, untuk bantuan tahap kedua bisa disalurkan.

"Akhir Oktober ini akan kami lakukan evaluasi dan awal November kami bisa transfer untuk tahap kedua," ujar Ida.

Sementara itu, penerima bantuan subsidi upah Erwin Junaedi mengaku sangat terbantu dengan bantuan dari pemerintah pusat tersebut. Pada awalnya, Erwin mengira bantuan tersebut hanya ditujukan kepada pekerja yang ada di instansi pemerintahan.

Baca juga: Subsidi bantuan upah pekerja tahap lima di Bogor dicairkan

"Saya kira hanya instansi pemerintah yang mendapatkan, namun ternyata semuanya. Alhamdulillah. Saya mengharapkan pemerintah ada untuk kami, itu saja," ujar Erwin.

Tercatat, bantuan subsidi upah dari pemerintah telah disalurkan kepada 12.166.471 atau setara dengan 98,09 persen.

Berdasarkan data Kemenaker per 19 Oktober 2020, bantuan subsidi upah tahap I tersalurkan kepada 2.485.687 penerima atau 99,43 persen, tahap II sebanyak 2.981.531 penerima atau 99,38 persen, tahap III sebanyak 3.476.120 penerima atau 99,32 persen.

Untuk tahap IV sebanyak 2.620.665 penerima atau 94,09 persen dan tahap V sebanyak 602.468 penerima 97,39 persen.

Dengan anggaran mencapai Rp37,7 triliun, program bantuan pemerintah berupa subsidi upah ditargetkan bagi 15,7 juta pekerja yang terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Baca juga: Pekerja harapkan subsidi upah berlanjut hingga pandemi berakhir

Baca juga: Menaker dorong penerima belanjakan subsidi gaji di UMKM

Baca juga: Penyaluran bantuan subsidi upah capai Rp3,6 triliun hingga September


Namun, hingga batas akhir penyerahan data penerima, data yang dikumpulkan dan diserahkan BPJS Ketenagakerjaan hanya mencapai 12,4 juta pekerja.

Pewarta : Vicki Febrianto
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2020