5G datang, begini nasib layanan 2G XL Axiata

5G datang, begini nasib layanan 2G XL Axiata

Ilustrasi - Ilustrasi 5G. ANTARA/Pixabay.

Jakarta (ANTARA) - Director & Chief Technology Officer XL Axiata, I Gede Darmayusa, mengatakan XL Axiata akan tetap mempertahankan jaringan 2G meskipun internet generasi kelima, 5G, akan datang.

Jaringan 2G lebih dipilih untuk dipertahankan dibandingkan 3G sebab kualitas data seluler pada jaringan tersebut dapat digantikan dengan 4G, yang memiliki kualitas lebih baik.

"Jadi, kita akan punya layer yang biarpun tipis sesuai dengan kapasitasnya untuk 2G, sehingga nanti benar-benar semua pelanggan bisa bermigrasi menggunakan LTE atau 5G nantinya," ujar Gede, dalam konferensi pers virtual, Rabu.

Baca juga: Industri telekomunikasi hadapi perang harga

Baca juga: XL Axiata gunakan SAP S/4 HANA Cloud

Sementara itu, untuk layanan suara, saat ini XL telah mengembangkan teknologi Voice over LTE atau VoLTE. Hal ini juga dilakukan sebagai langkah untuk menggantikan kapasitas yang telah dikurangi pada 3G.

Sehingga, untuk layanan suara pada perangkat lama masih tetap dapat menggunakan jaringan 2G, sedangkan untuk perangkat baru, nantinya XL juga akan bekerjasama dengan manufaktur untuk memastikan semua perangkat bisa melakukan panggilan VoLTE.

"Di 5G era, voice pun nantinya akan menggunakan VoLTE. Jadi VoLTE yang nantinya akan bertahan di masa-masa keemasannya 5G," kata Gede.

Saat ditanya target XL untuk menggelar jaringan 5G di Indonesia, Gede mengatakan hal tersebut bergantung pada ketersediaan frekuensi dan regulasi pemerintah.

Berbeda dari 4G, menurut Gede, 5G dapat menjadi "game changer" yang dapat membuka kesempatan bagi operator telekomunikasi untuk menjadi "enabler" bagi industri-industri lain.

"Terutama dengan teknologi IoT," ujar Gede. Ini yang harus diatur oleh pemerintah, karena persinggungan industrinya sangat besar, bukan hanya untuk konsumen tapi lebih ke arah enterprise atau industri," kata Gede.

"Jadi kapan target paling lambat, kalau misalnya 700MHz dilelang di tahun 2022, dan mudah-mudahan kita juga mendapatkannya, dan itu dianggap teknologi netral untuk 5G pada saat kita dapat spektrum itu ya langsung kita siapkan untuk 5G," dia melanjutkan.

Lebih lanjut, Gede mengatakan, nantinya saat 5G sudah dikomersialkan, yang terlebih dahulu mencicipi adalah konsumen untuk dapat menikmati layanan data yang lebih baik.

"Jangan khawatir, pasti konsumen duluan karena ekosistemnya yang paling siap itu pasti kita lihat ekosistem device mana handset yang ready, karena tanpa itu ya percuma kita gelar," ujar Gede.

Baca juga: Spektrum frekuensi 5G paling ideal menurut XL
Pewarta : Arindra Meodia
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2020