DPR: ATENSI Kemensos dinilai berhasil urai masalah sosial

DPR: ATENSI Kemensos dinilai berhasil urai masalah sosial

Ketua Komisi VIII DPR RI Yandri Susanto saat melakukan peninjauan ke Sentra Kreasi Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) Balai Karya Pangudi Luhur, Bekasi, Selasa (9/3/2021). ANTARA/HO-Kemensos RI

Jakarta (ANTARA) - DPR RI menilai Sentra Kreasi Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) milik Kementerian Sosial RI dinilai berhasil dalam mengurai permasalahan sosial terutama pemulihan ekonomi warga miskin di tengah pandemi.

"Ini merupakan wujud dari Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Programnya luar biasa, dari pertanian, perikanan, dan perdagangan ada di sini. DPR tidak ada alasan untuk tidak mendukung langkah Kemensos ini," ujar Ketua Komisi VIII DPR RI Yandri Susanto saat melakukan peninjauan ke Balai Karya Pangudi Luhur, Bekasi, dalam keterangan tertulis yang diterima, Selasa.

Sentra Kreasi Atensi ini merupakan pusat pengembangan kewirausahaan dan vokasional bagi masyarakat marjinal (pemulung/tunawisma) agar mereka keluar dari jerat kemiskinan dan bisa berdaya secara ekonomi.

Mereka yang ditempatkan di ATENSI diberi pelatihan seperti olahan pangan (kuliner) pelatihan budi daya hewan profit, pengelolaan sampah non organik, serta berbagai vokasional lainnya.

Baca juga: Mensos rancang balai layanan terpadu di Bekasi
Baca juga: Kemensos buka peluang promosi jabatan bagi penyandang disabilitas


Yandri memandang Kemensos telah berhasil mewujudkan pusat sosial ekonomi di tengah pandemi COVID-19 bagi penerima manfaat di Balai Karya Pangudi Luhur ini. DPR akan mendukung setiap langkah yang diambil Kemensos dalam upayanya dalam mengentaskan kemiskinan.

"Kami akan dukung, salah satunya dari upaya Kemensos untuk melakukan refocussing anggaran dalam hal penanganan warga telantar/marjinal yang akan kami bicarakan di rapat pekan depan," kata dia.

Sementara itu, Menteri Sosial Tri Rismaharini mengatakan Sentra Kreasi ATENSI ini diwujudkan untuk menggerakkan para istri dan perempuan pemulung agar berdaya secara ekonomi. Diawali dengan pemberian pelatihan memasak, kini para istri pemulung dan perempuan pemulung bisa buka usaha kuliner di balai tersebut.

Sementara para suaminya juga diberikan akses bekerja di beberapa perusahaan mitra Kemensos seperti perusahaan Grand Kamala Lagoon Bekasi, PT. Waskita Karya Tbk, PT. Elang Mahkota Teknologi Tbk, PT Otsindo Prima Raya, hingga PT Kamadjaja Logistics. Sebanyak 61 orang telah bekerja di perusahaan-perusahaan tersebut.

"Suaminya yang bekerja di PT. Waskita Karya, Tbk sudah mendapat gaji per bulan Rp4,8 juta. Jadi kurang lebih sebulan mereka kantongi kurang lebih Rp7 Juta," katanya.

Ke depan, Kemensos akan melakukan refocussing anggaran di masa pandemi COVID-19 untuk program-program prioritas, salah satunya membangun Sentra Kreasi ATENSI lain di seluruh Indonesia.

Baca juga: Balai Kemensos padukan tiga terapi bagi anak korban KTD
Baca juga: Kemensos: 11.796 kasus anak telah ditangani hingga Juli 2020
Pewarta : Asep Firmansyah
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2021