Kemenperin kembali buka penerimaan mahasiswa baru lewat JARVIS

Kemenperin kembali buka penerimaan mahasiswa baru lewat JARVIS

Penyandang disabilitas peserta program pendidikan dan pelatihan (diklat) 3 in 1 (pelatihan, sertifikasi dan penempatan kerja) mengikuti praktik membuat alas sepatu di Akademi Komunitas Tekstil dan Produk Tekstil, Solo, Jawa Tengah, Jumat (1/2/2019). ANTARA FOTO/Maulana Surya/tom.

Jakarta (ANTARA) - Sebanyak 10 politeknik negeri dan dua akademi di bawah naungan Kementerian Perindustrian kembali membuka penerimaan mahasiswa baru melalui Jalur Penerimaan Vokasi Industri (JARVIS) 2021.

JARVIS adalah jalur penerimaan vokasi industri yang tahun lalu disiapkan untuk penerimaan mahasiswa baru politeknik dan akademi komunitas di bawah Kemenperin.

"Mulai 2020, komitmen Kemenperin dalam penyediaan SDM industri yang kompeten ditunjukkan dengan penyelenggaraan penerimaan mahasiswa baru bagi 10 politeknik dan dua akademi komunitas melalui jalur ini," kata Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Arus Gunawan dalam peluncuran JARVIS 2021 secara virtual di Jakarta, Selasa.

Tahun ini, JARVIS juga membuka penerimaan siswa baru untuk sekolah menengah kejuruan.

Baca juga: Kemenperin: Program penerimaan vokasi industri tembus 20.000 pendaftar

Arus mengatakan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan  penyelenggaraan pendidikan vokasi industri yang baik dimulai dengan penerimaan siswa baru yang selanjutnya didik untuk memenuhi kebutuhan sektor industri.

Hal tersebut dilakukan dengan membuka akses yang luas bagi para lulusan sekolah menengah atas (SMA), sekolah menengah kejuruan (SMK), madrasah aliyah (MA), dan madrasah aliyah kejuruan (MAK) di Indonesia guna menempuh pendidikan di berbagai politeknik dan akademi komunitas di bawah Kemenperin.

Menurut Arus, sesuai dengan tekad Kemenperin untuk mengembangkan JARVIS sebagai sistem pendukung pendidikan, pada 2021, penerimaan siswa baru untuk jenjang SMK melalui SMK SMTI/ SMAK di lingkungan Kemenperin juga dilakukan melalui JARVIS.

"JARVIS akan membuka kesempatan yang sama bagi seluruh lulusan SMP/sederajat dan SMA/SMK/sederajat di seluruh Indonesia untuk menjadi generasi vokasi industri yang kompeten," ujarnya.

JARVIS juga merupakan platform sistem informasi akademik yang digunakan oleh SMK, politeknik dan akademi komunitas di lingkungan Kemenperin, yang pada tahap awal ini digunakan sebagai jalur penerimaan mahasiswa baru secara online yang dilengkapi dengan fitur pengelolaan ujian yang andal.

"Saat ini, telah dikembangkan pembelajaran online seluruh siswa dan mahasiswa vokasi, magang industri, ujian online, kegiatan sertifikasi kompetensi serta career development center," terangnya.

Perkuliahan dengan skema bebas biaya kuliah dan ikatan kerja dilakukan pada Politeknik Industri Logam di Morowali, Sulawesi Tengah, Politeknik Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu di Kendal, Jawa Tengah, Akademi Komunitas Industri Manufaktur di Bantaeng, Sulawesi Selatan, dan Akademi Komunitas Industri Tekstil dan Produk Tekstil di Solo, Jawa Tengah.

Dari 3.558 calon mahasiswa baru yang akan diterima, program bebas biaya kuliah akan diberikan kepada 518 mahasiswa.

Pada masa pandemi COVID-19, cara BPSDMI Kemenperin berdaptasi dengan keadaan normal baru dengan terus berkomitmen untuk dapat menyiapkan SDM industri yang kompeten yang tentu saja memiliki digital literacy dalam bertransformasi ke industri 4.0.

Penerimaan siswa dan mahasiswa baru melalui JARVIS ditargetkan mencapai 3.558 mahasiswa baru dan 2.448 siswa baru untuk 9 SMK SMTI/SMAK.

JARVIS dapat diakses oleh calon pendaftar melalui situs jarvis.kemenperin.go.id sejak 2 April hingga 10 Mei 2021 pada pukul 24.00.

Baca juga: Kemenperin minta SDM industri adaptif di tengah disrupsi teknologi
Baca juga: Via Jarvis, Kemenperin ingin perluas akses pendidikan sektor industri

Pewarta : Sella Panduarsa Gareta
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021