Mensos: Museum Olahraga Surabaya impian saya sejak lama

Mensos: Museum Olahraga Surabaya impian saya sejak lama

Menteri Sosial RI Tri Rismaharini dan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meresmikan Museum Olahraga Surabaya (MOS) dan Rehabilitasi GOR Pancasila di Jalan Patmosusastro 12 Kota Surabaya, Sabtu (8/5/2021). (FOTO ANTARA/HO-Humas Pemkot Surabaya)

Surabaya (ANTARA) - Menteri Sosial RI Tri Rismaharini mengaku bahwa keberadaan Museum Olahraga Surabaya (MOS) merupakan impiannya sejak lama ketika menjadi Wali Kota Surabaya.

"MOS ini merupakan impian saya sejak menjabat sebagai Wali Kota Surabaya. Saya ingin Kota Surabaya mempunyai banyak museum yang bisa digunakan untuk belajar atau menambah wawasan para pelajar dan masyarakat luas, apalagi  banyak prestasi yang diraih oleh para senior dari kota ini," kata Mensos saat meresmikan MOS dan Rehabilitasi GOR Pancasila yang didamping Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi di Surabaya, Sabtu.

Menurutnya, para atlet ini merupakan pahlawan masa kini. Mereka itu merupakan pahlawan yang juga sama membawa nama bangsa Indonesia hingga di kancah Internasional.

Baca juga: Museum Olahraga di Surabaya bakal dilengkapi diorama

Baca juga: Minarti dan Alan sumbangkan raket untuk museum olahraga Surabaya


"Tidak mudah menjadikan mereka berprestasi, saya mengalami sendiri, tahu persis karena dulu saya atlet. Jadi, mereka ini jam tidurnya diatur, jam makannya harus diatur, tidak sembarangan. Mereka ini sangat disiplin," katanya.

Selain itu, kata dia, pembangunan MOS ini sebenarnya juga untuk menyampaikan pesan bahwa prestasi itu tidak mesti di bidang akademik saja, tapi di bidang apapun bisa, termasuk dalam bidang olahraga ini.

Oleh karena itu, katanya, apabila ada anak Surabaya yang ingin mengembangkan minat dan bakatnya di bidang olahraga, harus tetap didukung. "Ini yang sebenarnya saya ingin sampaikan waktu itu, pesan-pesan ini bahwa prestasi itu tidak mesti di bidang akademik saja, tapi bisa di bidang apapun," ujarnya.

Ia menegaskan dengan hadirnya MOS ini diharapkan anak-anak mulai dari usia TK bisa mempunyai mimpi untuk menjadi seorang atlet. Bahkan, ke depan Mensos Risma juga berharap museum tersebut bisa dilengkapi dengan suara dari para atlet di masing-masing cabang olahraga.

"Mungkin ke depan bisa dilengkapi dengan suara, misalkan nanti anak-anak tanya, terus ada suara atletnya langsung yang menjawab. Sehingga, anak-anak yang mungkin punya mimpi dan dia tahu," katanya.

Tentunya, lanjut dia, MOS ini akan membantu anak-anak Surabaya bisa berprestasi di bidang olahraga, minimal kalau mereka cinta dengan olahraga, pasti mereka tidak akan tersentuh narkoba dan tidak akan kenal dengan kenakalan remaja.

"Bagaimana mau nakal, wong mereka ini sibuk latihan dan latihannya diawasi pula. Jadi, saya sampaikan terima kasih banyak kepada para atlet yang telah memberikan sumbangsihnya kepada museum ini," ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan MOS ini tentu akan semakin meningkatkan semangat anak-anak Surabaya. Bahkan, nantinya mereka bisa belajar banyak dari perjuangan para atlet untuk mendapatkan keberhasilan.

Baca juga: Risma siap temui beberapa atlet terkait Museum Olahraga Surabaya

Baca juga: Museum Olahraga siap dibangun di Surabaya


"Bisa jadi penyemangat mereka, sehingga mereka termotivasi. Karena kita ingin menjadikan Surabaya menjadi kota berprestasi, kota anak dan juga kota olahraga. Di sini mereka juga bisa foto dengan para atlet idola mereka lewat photo box dan bisa langsung di cetak," kata Eri.

Ia menjelaskan bahwa museum yang terdiri dari dua lantai itu, memiliki 235 jenis koleksi. Ratusan koleksi tersebut terbagi menjadi tiga jenis. Pertama, koleksi historika yakni koleksi yang diperoleh dari hasil temuan, hasil escavasi atau bukti materiil bersejarah berjumlah sekitar 169 buah. Kedua, koleksi heraldika, yaitu tanda penghargaan atau jasa, kepangkatan, lambang atau logo sebanyak 65 buah.

"Ketiga koleksi teknologika terkait benda dengan unsur teknologi berjumlah satu buah. Tentu, koleksi museum ini akan terus kita tambah dan terus bertahap," katanya.
Pewarta : Abdul Hakim
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2021