Indofarma kejar target produksi obat terapi COVID-19 hingga September

Indofarma kejar target produksi obat terapi COVID-19 hingga September

Tangkapan layar Direktur Utama PT Indofarma, Arief Pramuhanto, dalam agenda Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR RI yang dipantau secara virtual dari Jakarta, Rabu (7/7/2021). (ANTARA/Andi Firdaus).

Jakarta (ANTARA) - PT Indofarma tengah mengejar target produksi obat terapi COVID-19 jenis Remdesivir, Oseltamivir dan Ivermectin yang akan dipenuhi selama kurun Juli hingga September 2021 di Indonesia.

"Ada Remdesivir (Desrem) Vial memang masih impor, Oseltamivir 75 mg Kapsul ini kita lagi produksi dalam negeri," kata Direktur Utama PT Indofarma, Arief Pramuhanto, dalam agenda Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR RI yang dipantau secara virtual dari Jakarta, Rabu.

Untuk obat terapi COVID-19 Remdesivir, kata Arief, masih diperoleh pihaknya melalui impor dari India. Baru pada Ahad (11/7) dijadwalkan kedatangan 140 ribu vial.

Baca juga: Indofarma tingkatkan produksi Ivermectin hingga dua kali lipat

Arief mengatakan jumlah tersebut juga akan ditambah sebanyak 90 ribu vial lagi pada Kamis (15/7). "Sehingga secara keseluruhan pada bulan ini kita akan mendapatkan 230 ribu vial. Per vial untuk sekali suntik," ujarnya.

Untuk jenis Oseltamivir, kata Arief, Indofarma akan memproduksi kurang lebih 5 juta butir kapsul per bulan sampai dengan Agustus dan September 2021.

"Kami sudah persiapan untuk memproduksi 8 juta kapsul atau sekitar 80 ribu kotak Oseltamivir," ujarnya.

Arief mengatakan obat tersebut telah memperoleh jadwal produksi menyusul jumlah permintaannya yang sangat tinggi saat ini.

PT Indofarma juga sedang meningkatkan kapasitas produksi obat terapi pasien COVID-19 jenis Ivermectin hingga dua kali lipat dari yang dihasilkan pada Juli 2021 sebanyak 8 juta butir.

"Ivermectin di bulan Juli ini kita akan memproduksi 8 juta butir atau kurang lebih 400 ribu botol dan bulan depan kami akan menambah beberapa fasilitas diharapkan nanti produksinya bisa dua kali lipat," katanya.

Baca juga: Luhut prediksi masa kritis COVID-19 hingga dua minggu ke depan
Pewarta : Andi Firdaus
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2021