CISDI: Transformasi layanan kesehatan primer jalan keluar dari pandemi

CISDI: Transformasi layanan kesehatan primer jalan keluar dari pandemi

Tangkapan layar pendiri CISDI Diah Saminarsih dalam webinar bertema "Bergandeng Tangan, Menyelamatkan Nyawa: Cegah Sistem Kesehatan Kolaps, Perkuat Puskesmas", yang dipantau secara daring di Jakarta, Rabu (4/8/2021). (FOTO ANTARA/ Zubi Mahrofi)

Jakarta (ANTARA) - Lembaga swadaya masyarakat Center for Indonesia's Strategic Development Initiatives (CISDI) menyatakan bahwa transformasi layanan kesehatan primer menjadi salah satu jalan bagi Indonesia untuk keluar dari pandemi COVID-19.

"Jalan keluar dari pandemi COVID-19 adalah transformasi layanan kesehatan primer," kata pendiri CISDI Diah Saminarsih dalam webinar bertema "Bergandeng Tangan, Menyelamatkan Nyawa: Cegah Sistem Kesehatan Kolaps, Perkuat Puskesmas" yang dipantau secara daring di Jakarta, Rabu.

Ia mengatakan transformasi layanan kesehatan primer dapat diupayakan melalui integrasi layanan dan keterlibatan masyarakat untuk dapat memperkuat kesiapan komunitas menghadapi berbagai macam ancaman dan tantangan kesehatan.

"Transformasi itu dapat berjalan diantaranya dengan dukungan regulasi, birokrasi hingga gerakan dari masyarakat," katanya.

Pihaknya bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat membuat program Puskesmas Terpadu dan Juara (PUSPA) dalam memperkuat respon COVID-19 di 100 puskesmas.

"100 puskesmas PUSPA menjangkau 7,2 juta orang. Harapannya adalah 7,2 juta orang itu nyawanya bisa terselamatkan karena intervensi yang dilakukan tingkat kesehatan primer," katanya.

Ia mengemukakan program PUSPA itu melibatkan kader hingga komunitas masyarakat untuk meningkatkan kemampuan pelacakan kontak, pemantauan kontak erat, pemantauan kasus suspek, dan pemantauan kasus positif.

"Masyarakat sipil sangat penting, sebagai eksekutor lapangan, implementor, ikut mendesain kebijakan dan menginkubasi inovasi di lapangan," katanya.

Ia menambahkan keterlibatan kader PUSPA dan komunitas masyarakat sebagai bagian dari puskesmas juga dapat menjadi media untuk memberikan pendidikan kepada masyarakat.

CISDI mencatat terdapat sebanyak 36.000 orang yang mendapatkan layanan kesehatan di 100 PUSPA. Artinya, satu puskesmas memantau kurang lebih 3.000 orang.

"Tentu menjadi tantangan sangat tinggi adalah kematian dalam isoman. Untuk bisa betul-betul menghentikan penyebaran COVID-19 maka tes dan lacak harus ditingkatkan," demikian Dian Saminarsih.

Baca juga: Kemenkes tetap libatkan IDI sempurnakan kebijakan Dokter Layanan Primer

Baca juga: CISDI dorong transformasi layanan kesehatan primer untuk atasi pandemi

Baca juga: Pemerintah diminta perkuat layanan kesehatan primer perangi COVID-19


Baca juga: CISDI: Transformasi layanan kesehatan primer perlu sukseskan isoman
Pewarta : Zubi Mahrofi
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2021