Pemkab Gresik libatkan Badan Permusyawaratan Desa lakukan 3 T

Pemkab Gresik libatkan Badan Permusyawaratan Desa lakukan 3 T

Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani. ANTARA/HO-Pemkab Gresik

Gresik, Jatim (ANTARA) - Pemkab Gresik, Jatim melibatkan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) di wilayah setempat untuk melakukan tracing, testing dan treatment (3T), sebagai salah satu upaya menekan penyebaran COVID-19.

Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani di Gresik, Rabu mengatakan, pelibatan BPD akan dimulai Kamis (5/8) dengan meminta menindaklanjuti warga yang terpapar sesuai data dari pemerintah pusat.

“Mulai besok kami melakukan tracing menindaklanjuti terhadap warga yang terpapar sesuai data dari pusat. Biasanya, setiap pagi ada update data baru warga yang terpapar COVID-19," kata Gus Yani, panggilan akrab Fandi Akhmad Yani.

Gus Yani yang juga menjabat Komandan Satgas COVID-19 Gresik itu menjelaskan, setelah diketahui data secara pasti akan diminta mengisi data laboratorium Jejaring Pemeriksaan COVID-19 pada aplikasi New-all Record (NAR).

"Setiap ada satu warga yang dinyatakan positif, maka tim tracing akan mengambil test swab kepada minimal lima belas orang di sekitar pasien yang bersangkutan. Selain keluarga, para tetangga dekat serta orang yang telah kontak erat langsung akan diperiksa," kata mantan Ketua DPRD Gesik ini.

Oleh karena itu, Gus Yani meminta agar anggota BPD menyosialisasikan hal ini kepada seluruh masyarakat.

"Jangan kaget apabila ada petugas yang berpakaian hazmat mendatangi untuk melakukan pemeriksaan kepada masyarakat," katanya.

Baca juga: Pemkab Gresik ubah tiga mobil dinas jadi ambulans darurat
Baca juga: Kabupaten Gresik-Jatim catatkan kenaikan angka COVID-19 tertinggi


Gus Yani menjelaskan, setelah dilakukan tracing, warga yang terpapar langsung diminta melaksanakan isolasi terpusat di Rumah Sakit Lapangan Gelora Joko Samudro.

“Sampaikan, isolasi terpusat lebih aman dan terkontrol. Semua fasilitas yang dibutuhkan mulai dari oksigen, obat-obatan serta dokter spesialis juga telah disiapkan. Silahkan para BPD bersama semua tokoh masyarakat di desa untuk ikut meyakinkan masyarakat isoman agar mau dibawa ke Gejos," katanya.

Gus Yani menjelaskan, isolasi terpusat merupakan arahan Presiden mengingat pasien yang melaksanakan isolasi mandiri banyak mengalami kegagalan.

"Beberapa sarana lain sudah pemkab siapkan, yaitu penambahan tempat tidur sesuai kebutuhan, dan beberapa dokter spesialis," katanya.

Baca juga: Pasien COVID-19 di Gresik mulai diarahkan ke RS Lapangan Gejos
Baca juga: Pasien positif COVID-19 di Gresik mengarah ke varian Delta
Baca juga: RS Lapangan COVID-19 Gejos Gresik dibuka kembali

Pewarta : A Malik Ibrahim
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2021