Ratusan rumah di Kabupaten Gorontalo terenda banjir

Ratusan rumah di Kabupaten Gorontalo terenda banjir

Gorontalo Darurat Bencana Banjir. Foto udara kondisi jalan dan rumah warga yang tergenang banjir di Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo, Rabu (26/10/2016). Pemerintah Kabupaten Gorontalo menetapkan status darurat bencana banjir bandang menyusul banjir yang menggenangi sembilan kecamatan yang mengakibatkan ribuan rumah terendam dengan jumlah korban banjir mencapai 15.000 orang. (ANTARA FOTO/Adiwinata Solihin)

Gorontalo (ANTARA News) - Ratusan rumah di tiga kecamatan di Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo terendam banjir setinggi 50 cm hingga dua meter akibat hujan lebat yang melanda daerah tersebut, Jumat.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gorontalo, Doni Lahatie, mengatakan air menggenangi rumah warga di Kelurahan Tenilo, Kecamatan Limboto, Desa Haya-haya, Desa Padengo, Yosonegoro dan Pone, Kecamatan Limboto Barat. Air juga menggenangi Desa Balahu dan Isimu utara, Kecamatan Tibawa.

"Banjir mengakibatkan tergenangnya fasilitas umum berupa Puskesmas Limboto Barat, masjid dan rumah warga," ia menjelaskan.

Doni mengungkapkan, bajir tersebut terjadi karena intensitas hujan yang sangat tinggi sehingga Daerah Aliran Sungai (DAS) Marisa yang melintasi wilayah Limboto Barat dan DAS Moloupo yang menlintas wilayah Limboto serta DAS Monggelomo yang melintasi Kecamatan Tibawa meluap.

"Tidak ada korban jiwa pada banjir ini, namun Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD tetap siaga di sejumlah lokasi terdampak banjir," ujar Doni.

Sementara itu, Husni, salah seorang warga yang rumahnya terendam banjir mengatakan, akibat air yang menggenangi rumahnya, ia dan keluarga tidak dapat memasak dan menyiapkan menu buka puasa.

"Kami terpaksa menunggu bantuan dari pemerintah, karena tidak dapat memasak karena rumah terendam air," kata Husni.

Ia dan warga lainnya berharap air segera surut agar mereka dapat kembali beraktivitas seperti biasa.
Pewarta : Adiwinata Solihin
Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2017