Indonesia-Fiji tingkatkan kemajuan perempuan dan anak

Indonesia-Fiji tingkatkan kemajuan perempuan dan anak

Ilustrasi--Guru dan siswa mengikuti kampanye anti kekerasan anak dalam Deklarasi Anti Bullying di SMPN 6 Klaten, Jawa Tengah, Kamis (7/12/2017). Kegitan yang diselenggarakan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak bekerja sama dengan UNICEF dan Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Klaten tersebut bertujuan agar guru dapat menerapkan rasa disiplin, positif dan saling menghargai antar sesama kepada siswa sebagai pencegahan kekerasan kepada anak agar dapat menciptakan iklim aman dan nyaman untuk anak belajar. (ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho)

Jakarta (ANTARA News) - Indonesia dan Fiji sepakat untuk meningkatkan kemajuan perempuan dan anak di Kepulauan Fiji, kata Ketua Delegasi Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Sri Danti Anwar.

Melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu, ia mengatakan, Kementerian PPPA RI dan Kementerian Perempuan, Anak dan Pengentasan Kemiskinan (KPAPK) Republik Kepulauan Fiji sedang melaksanakan Pertemuan Joint Technical Working Group (JTWG) ke-3 di Yogyakarta.

"Hal yang patut dibanggakan adalah bahwa kedua belah pihak, baik Pemerintah Indonesia maupun Pemerintah Fiji berhasil mengimplementasikan banyak kegiatan kerja sama untuk kemajuan perempuan dan anak di Fiji pada umumnya, dan untuk penguatan institusi KPAPK Fiji pada khususnya. Beberapa program yang tertunda karena berbagai alasan akan dijadwalkan ulang pada 2018," kata Sri Danti.

JTWG ke-3 dilaksanakan pada 11-15 Desember 2017 di Yogyakarta, selain pertemuan pembahasan program kerjasama, delegasi KPAPK Fiji yang dipimpin oleh Permanent Secretary KPAPK Fiji Josefa Korovuite, secara paralel juga melakukan pembahasan program dengan Kementerian Sosial Republik Indonesia.

Dalam pertemuan JTWG Ke-3 di Yogyakarta, delegasi Fiji juga akan melakukan kunjungan lapangan ke beberapa program unggulan Kemen PPPA seperti Desa Prima, Kampung Ramah Anak, dan Koperasi Perempuan di wilayah Yogyakarta.

"Kami berterima kasih kepada Pemerintah Republik Indonesia yang telah mengatur rangkaian acara ini dengan baik dan kami yakin kerjasama ke depan antara Kemen PPPA RI dengan KPAPK Fiji akan semakin kuat dan memberikan hasil nyata untuk perempuan dan anak di kedua negara," kata Josefa.

Pada JTWG ke-3 ini, Kemen PPPA mengajukan 3 (tiga) program kerjasama, yaitu penguatan pengarusutamaan gender di Fiji, pertukaran pengalaman dan praktik terbaik pelibatan pemimpin adat, agama dan organisasi perempuan dalam pembangunan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, serta pertukaran praktik dan pengalaman terbaik tentang kebijakan kota layak anak.

Sementara itu, pihak KPAPK Fiji mengajukan usulan kerjasama berupa pelatihan tentang produk kerajinan unggulan Fiji, dan pertukaran pengalaman tentang pengemasan dan pemasaran produk industri kecil dan menengah, serta pelatihan integrasi gender dalam perubahan iklim.

"Kami saat ini memang menfokuskan diri pada penguatan pengarusutamaan gender di Fiji karena memang hal itulah yang saat ini diperlukan oleh KPAPK dan masyarakat Fiji secara keseluruhan. Beberapa pokok kerjasama yang kami sepakati bersama hari ini juga secara khusus dan efektif mengatasi berbagai masalah perempuan dan anak di Fiji," kata Josefa.
Pewarta : Aubrey Kandelila Fanani
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2017