Gempa 5,5 SR terjadi di Aceh

Gempa 5,5 SR terjadi di Aceh

Ilustrasi - Wisatawan berada di lokasi wisata sejarah Museum Tsunami, Banda Aceh, Kamis (21/6). Museum Tsunami yang berbentuk kapal dengan luas 2.500 meter persegi itu selain menjadi pusat pendidikan tentang tsunami, juga dapat berfungsi sebagai pusat evakuasi jika terjadi bencana gempa dan tsunami. (ANTARA /Ampelsa)

Banda Aceh, (ANTARA News) - Gempa dengan kekuatan 5,5 skala Richter terjadi pada jarak sekitar 161 kilometer arah Barat Laut dari Kota Sabang, Provinsi Aceh, Jumat (14/9), pukul 14.51 WIB.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Mata I`e di Aceh Besar, Jumat menyebutkan, titik episentrum atau pusat lokasi gempa ini berada pada koordinat 6,88 Lintang Utara, dan 94,28 Bujur Timur.

Gempa ini berkedalaman sekitar 126 kilometer,

Siswanto, pejabat salah satu pemangku kepentingan di Sabang melaporkan, pihaknya telah berkoodinasi dengan unsur terkait, seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.

"Melalui hasil komunikasi dengan BPBD, belum ada informasi yang merasakan getaran gempa tersebut," katanya.

Provinsi Aceh tahun ini telah memiliki dua stasiun geofisika untuk memantau aktivitas seismik, yakni Mata Ie di Aceh Besar dan Tapaktuan di Aceh Selatan.

Seperti diketahui, Aceh merupakan salah satu provinsi yang memiliki intensitas gempa tinggi di Indonesia, karena berada di bentangan Patahan Semangko atau Sesar Sumatera.

Patahan gempa sepanjang 1.900 kilometer itu terbentang dari Aceh hingga Teluk Semangko di Provinsi Lampung. Aceh juga berada di dekat pertemuan lempeng Eurasia dan Indo-Australia.*

Baca juga: Pelajar Aceh Barat latihan hindari dampak tsunami

Baca juga: Gempa terjadi di Aceh


 
Pewarta : Muhammad Said
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2018