MDMC-Lazismu hibur masyarakat Pohgading, Lombok Timur

MDMC-Lazismu hibur masyarakat Pohgading, Lombok Timur

Dokumentasi - Sejumlah anak bernyanyi bersama dengan relawan di tempat penampungan pengungsi korban gempa bumi di Pemenang, Lombok Utara, Lombok Utara, NTB, Selasa (7/8/2018). (ANTARA FOTO/Zabur Karuru)

Jakarta (ANTARA News) - Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) dan Lembaga Amil Zakat, Infak dan Zakat Muhammadiyah (Lazismu) menghibur masyarakat Pohgading, Lombok Timur, dengan pentas seni dan beberapa kegiatan lain.

"Pentas seni merupakan puncak dari berbagai kegiatan seperti lomba azan, hafalan surat, lomba membaca Al Quran dan juga pementasan Tapak Suci dan Hizbul Wathan," kata Koordinator Pos Pelayanan MDMC-Lazismu di Pohgading Safitri Puji Lestari ketika dihubungi dari Jakarta, Senin.

Vivi, panggilan akrab Safitri, mengatakan lomba-lomba yang diadakan menyediakan hadiah berupa meja tulis dan perlengkapan sekolah.

Kegiatan tersebut diselenggarakan untuk menghibur 577 jiwa yang berada di Pohgading. Anak-anak didorong untuk berkreasi dan menyalurkan bakatnya sehingga orang tua bangga melihat kembali keceriaan dan semangat mereka setelah menghadapi bencana.

"Pos Pelayanan MDMC-Lazismu di Pohgading telah berdiri sejak 1 September 2018 dan melakukan berbagai kegiatan bersama korban antara lain penanganan psikososial, Balai Kampung dan pembangunan hunian sementara sebanyak 33 unit dari dari 42 yang direncanakan," kata Vivi.

Vivi mengatakan pentas seni tersebut sekaligus merupakan perpisahan dengan relawan MDMC-Lazismu yang berasal dari luar Lombok. Selanjutnya, pelayanan MDMC-Lazismu akan dilakukan oleh relawan asal Lombok.

"Pada tahap pemulihan saat ini, relawan asal Lombok telah mampu mengelola pos pelayanan yang telah didirikan sendiri," kata Vivi yang juga merupakan warga Lombok.

Koordinator Pos Koordinasi MDMC-Lazismu Lombok-Sumbawa Chairul Anam mengatakan pada Sabtu (27/10) semua relawan dari luar Lombok akan ditarik. *

Baca juga: BUMN dan UMKM dikerahkan percepat rekonstruksi Lombok

Baca juga: Anak-anak Lombok mulai bangkit dari trauma

 
Pewarta : Dewanto Samodro
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2018