NTT bangun jalan sepanjang 40 KM menuju lokasi observatorium

NTT bangun jalan sepanjang 40 KM menuju lokasi observatorium

Gubernur NTT VIktor B Laiskodat memberikan baru kepada Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakayat (PUPR) Provinsi Nusa Tenggara Timur Maxi Nenabu, ketika melakukan peletakan batu pertama pembangunan ruas jalan Bokong-Lelogama yang menuju ke lokasi Observatorium. (Antara Foto/ Kornelis Kaha)

Kupang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (Pemprov NTT) membangun jalan sepanjang 40 kilometer menuju ke kawasan obsevatorium terbesar di Asia Tenggara di Gunung Timau.

"Pembangunan jalan ini merupakan bagian dari visi misi bapak Gubernur NTT, Viktor B Laiskodat dan wakilnya Josef Nae Soi yakni NTT bangkit, NTT sejahtera," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakayat (PUPR) Provinsi NTT, Maxi Nenabu saat memberikan laporan soal pembangunan jalan tersebut di desa Hoeknutu kabupaten Kupang, Kamis.

Ia menambahkan paket pembangunan jalan itu dinamakan paket Bokong-Lelogama dan dibangun dengan menggunakan APBD NTT.

Maxi menyebutkan dengan dibangunnya jalan tersebut maka akses jalan menuju ke kawasan observatorium yang dibangun oleh Lembaga Penerbangan Antariksa Nasional (LAPAN) sudah bisa dilalui tanpa ada jalan yang rusak.

"Nantinya kawasan observatorium terbesar di Asia Tenggara itu akan menjadi kawasan wisata menyaksikan langit gelap, dan tentu saja Kabupaten Kupang akan mempunyai kawasan wisata baru yang mendunia," ujar dia.

Proses pembangunan jalan tersebut kata dia, sebelumnya 3,35 kilometer sudah ditangani oleh pemerintah kabupaten Kupang. Oleh karena itu sisa dari jalan tersebut ditangani oleh pemprov NTT.

Maxi menambahkan bahwa kondisi jalan dari 40 kilometer yang dibangun itu 16,52 kilometer dalam kondisi baik tetapi permukaannya kasar. Sementara dalam keadaan rusak berat sebesar 27,55 kilometer.

Targetnya, tambahnya akan selesai pada akhir tahun 2019 nanti dengan kontruksi pembangunan jalannya untuk campuran hot rolled sheet (hrs) dua lapis.

Ia mengatakan bahwa pembangunan Observatorium oleh LAPAN sendiri akan dimulai pada 2020 nanti. Oleh karena itu sebelum observatoriumnya dibangun, lanjut dia infrastrukturnya tentu sudah jadi.

Masyarakat NTT khususnya kabupaten Kupang katanya harus berbangga karena LAPAN memilih kabupaten Kupang terlebih lagi Kecamatan Amfoang akan menjadi lokasi wisata langit gelap.

Tak hanya itu yang lebih penting lagi pembangunan jalan sepanjang 40 kilometer itu juga kata dia bagian dari program pemerintah NTT membuka daerah terisolir di kabupaten itu.

 
Pewarta : Kornelis Kaha
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2019