Jayapura (ANTARA GORONTALO) - Mayor Inf Jhon de Fretes, perwira penghubung, Selasa (1/12) ditemukan tewas di kampung Namuni, Mamberamo Raya, setelah sebelumnya diserang kelompok OPM.

Pangdam XVII Cenderawasih Mayjen TNI Hinsa Siburian kepada Antara mengaku, jenasah Mayor Inf Jhon yang diserang kelompok OPM, Senin (30/11) saat bersama dua anggotanya kini sudah ditemukan.

Pangdam  mengemukakan bahwa almarhum Mayor Inf Jhon De Fretes, korban penembakan kelompok bersenjata di Papua, akan mendapatkan anugerah kenaikan pangkat menjadi letkol anumerta.

"Saya baru mendapat telepon dari Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo dan beliau menyatakan akan menganugerahkan kenaikan pangkat menjadi letkol anumerta kepada korban karena korban meninggal saat menjalankan tugas," katanya kepada Antara di Base Ops Pangkalan Angkatan Udara Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua.

Dia menjelaskan bahwa selain menganugerahkan kenaikan pangkat, Panglima TNI juga berjanji akan membiayai pendidikan kedua anak korban yang saat ini bermukim di Magelang, Jawa Tengah.

Korban meninggal akibat diserang kelompok bersenjata OPM di Mamberamo Raya, Senin (30/11) seusai melakukan kunjungan ke Kampung Namuni dalam rangka pengamanan 1 Desember.

Sebelumnya, kata Mayjen TNI Siburian, korban yang menjabat sebagai perwira penghubung Kodim Sarmi berencana bersama Kapolres Mamberamo Raya melakukan patroli bersama, namun karena kapolres sedang ada kegiatan lainnya maka korban bersama kedua anggotanya melakukannya sendiri.

"Penembakan yang dilakukan terhadap korban sama seperti teroris," ujar Mayjen TNI Siburian.

Sementara itu jenazah korban sudah dievakuasi dari lokasi penembakan dan pada pukul 13.36 WIT tiba di Bandara Sentani dengan menggunakan pesawat Trigana dari Kasonaweja, Mamberamo Raya.

Selanjutnya, jenazah korban akan dibawa ke Magelang untuk dikebumikan.

Pewarta:

Editor : Hence Paat


COPYRIGHT © ANTARA News Gorontalo 2015