Gorontalo,  (ANTARA GORONTALO) - Ketua Panitia Masa Orientasi Mahasiswa Baru (MOMB) Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Taufik Ismail, mengatakan, kegiatan tersebut harus bebas dari tindak kekerasan.

"Yang kami tegaskan, yakni mengenai kekerasan fisik. Siapapun yang melakukannya terhadap mahasiswa baru dalam MOMB akan kami kenakan sanksi," tukasnya, Kamis.

Sanksi tersebut berupa skorsing, pemecatan mahasiswa hingga dilanjutkan ke proses hukum, agar pelakunya bisa dipidanakan.

"Kami tidak main-main, pemecatan mahasiswa sangat dimungkinkan. Contohnya saja beberapa waktu lalu UNG memecat belasan mahasiswa, yang terlibat dalam pemabakaran kampus," ungkapnya.

Untuk mencegah terjadinya kekerasan dalam masa orientasi, panitia wajib melaksanakan kegiatan sesuai buku panduan yang telah disusun oleh Senat UNG.

Ia menjelaskan, hasil akhir dari MOMB yang diharapkan, yakni terbentuknya mahasiswa baru dengan karakter yang baik, bertanggung jawab, berwawasan intelektual serta mengenal proses pembelajaran di kampus.

"Tindak kekerasan tidak akan menghasilkan mahasiswa baru seperti yang kami harapkan. Untuk itu, seluruh panitia harus benar-benar melaksanakan MOMB sesuai tata tertib yang ditentukan," tambahnya.

Pelaksanaan MOMB dilaksanakan mulai 21-26 Agustus 2013, terdiri dari dua hari di tingkat universitas, dua hari tingkat fakultas dan dua hari di tingkat jurusan atau program studi.

Peserta MOMB di UNG sebanyak 4.336 mahasiswa dari delapan fakultas.

Pewarta: Oleh Debby Hariyanti Mano

Editor : Hence Paat


COPYRIGHT © ANTARA News Gorontalo 2013