Pemerintah Prancis akan memberlakukan pengamanan yang signifikan menyusul potensi gangguan dari kelompok ISIS pada pertandingan Paris Saint-Germain (PSG) dan Barcelona di Stadion Parc des Princes Paris pada Rabu waktu setempat atau Kamis (11/4) dini hari WIB.

Menteri Dalam Negeri Prancis Gerald Darmanin mengatakan kelompok ISIS telah mengancam pertandingan perempat final Liga Champions pada Selasa dan Rabu, bukan hanya pertandingan PSG vs Barcelona saja. Ia mengatakan ada "ancaman yang jelas-jelas diungkapkan secara terbuka oleh ISIS".

"Polisi yang saya ajak bicara pagi ini telah memperkuat langkah-langkah keamanan,” kata menteri tersebut kepada wartawan sebagaimana diwartakan AFP, Selasa.

Sebuah sumber yang dekat dengan masalah ini mengatakan kepada AFP: "ISIS telah mengancam perempat final Liga Champions, tidak secara khusus di Prancis."



Pada Rabu dini hari nanti akan ada pertandingan antara Arsenal melawan Bayern Muenchen di London dan Real Madrid menjamu juara bertahan Manchester City. Pada pertandingan Kamis dini hari WIB, Atletico Madrid menghadapi Borussia Dortmund di ibu kota Spanyol dan PSG menjamu Barcelona.

Badan sepak bola Eropa UEFA mengatakan semua pertandingan harus tetap berjalan meski ada ancaman.

"UEFA mengetahui dugaan ancaman teroris terhadap pertandingan Liga Champions pekan ini dan menjalin hubungan erat dengan pihak berwenang di lokasi masing-masing,” kata pernyataan itu.

“Semua pertandingan direncanakan berjalan sesuai jadwal dengan pengaturan keamanan yang sesuai.”

Pelatih PSG Luis Enrique mengatakan dalam konferensi pers pra-pertandingan, “Siapa yang tidak khawatir dengan ancaman teroris?"

"Saya harap ini adalah sesuatu yang bisa dikendalikan dan itu hanya ancaman serta tidak akan terjadi apa-apa," kata Luis Enrique.




Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Prancis perkuat keamanan PSG vs Barca setelah ada ancaman teror

Pewarta: Alviansyah Pasaribu

Editor : Debby H. Mano


COPYRIGHT © ANTARA News Gorontalo 2024