Jakarta (ANTARA GORONTALO) - Produser film "Warkop DKI Reborn Jangkrik Boss
Part.1" mengungkap biaya yang digelontorkan untuk memproduksi dan proses
promosi film yang diperankan Abimana Aryasatya, Vino Bastian dan Tora
Sudiro tersebut.
"Sementara ini sudah keluar 25 miliar," ujar Erika, produser yang juga mewakili perusahaan film Falcon Pictures, dalam penyerahan rekor MURI, di Jakarta, Sabtu.
Dia menilai nobar efektif dilakukan agar tim produksi, termasuk pemain, sutradara dan lainnya, tahu kondisi di lapangan.
Sementara itu, saat ditanya bonus yang diberikan kepada para pemain, Erika hanya menjawab "rahasia perusahaan".
Hampir menyaingi jumlah penonton film box office Indonesia "Laskar Pelangi", Erika mengatakan bahwa hal tersebut bukan menjadi patokan.
"Kami sudah bersyukur dengan anugerah ini, andai pun kami melewati atau tidak kita tetap bersyukur," ujar Erika.
COPYRIGHT © ANTARA News Gorontalo 2016
"Sementara ini sudah keluar 25 miliar," ujar Erika, produser yang juga mewakili perusahaan film Falcon Pictures, dalam penyerahan rekor MURI, di Jakarta, Sabtu.
Meski menelan biaya yang
fantastis, "Warkop DKI Reborn" telah balik modal karena sudah berhasil
menyedot lebih dari 3,7 juta penonton.
Film
yang disutradari oleh Anggy Umbara itu bahkan memecahkan dua rekor
Museum Rekor Indonesia (MURI) untuk pemutaran film secara serentak
dengan jumlah penonton terbanyak dalam satu hari dan film tercepat
mencapai angka satu juta penonton.
"Sudah kembali (modalnya)?" tanya pendiri MURI, Jaya Suprana.
"Sekarang sudah," jawab Erika.
Meski sudah mencatat hampir empat juta penonton hingga Jumat malam (17/9), Erika mengatakan akan tetap melanjutkan promosi.
"Nobar (nonton bareng) tetap berjalan seperti yang kami jalani," ujar dia.
Dia menilai nobar efektif dilakukan agar tim produksi, termasuk pemain, sutradara dan lainnya, tahu kondisi di lapangan.
Sementara itu, saat ditanya bonus yang diberikan kepada para pemain, Erika hanya menjawab "rahasia perusahaan".
Hampir menyaingi jumlah penonton film box office Indonesia "Laskar Pelangi", Erika mengatakan bahwa hal tersebut bukan menjadi patokan.
"Kami sudah bersyukur dengan anugerah ini, andai pun kami melewati atau tidak kita tetap bersyukur," ujar Erika.
Editor : Hence Paat
COPYRIGHT © ANTARA News Gorontalo 2016