Kelompok petani di Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo menerima bantuan 105 ton bibit jagung hibrida untuk 7.000 hektare lahan dari Kementerian Pertanian (Kementan).

"Bantuan ini mulai disalurkan kepada kelompok tani yang dipusatkan di Desa Dumati, Kecamatan Telaga," ucap Bupati Gorontalo Sofyan Puhi di Gorontalo, Selasa.

Bupati Sofyan mengatakan, bantuan tersebut tidak turun begitu saja, melainkan hasil dari komunikasi intensif dan permohonan resmi yang diajukan Pemerintah Kabupaten Gorontalo ke Pemerintah Pusat.

Usulan tersebut, kata Sofyan, akhirnya mendapat respons positif dan direalisasikan tepat pada Desember 2025. Secara keseluruhan, program itu menjangkau 16 kecamatan, 95 desa dan kelurahan, dengan sasaran 220 kelompok tani yang melibatkan sekitar 5.990 petani.

Tak hanya fokus pada jagung, Sofyan Puhi juga membawa kabar gembira lainnya bahwa Kabupaten Gorontalo turut memperoleh alokasi pengembangan kelapa seluas 8.000 hektare.

Selain itu, Pemkab tengah membuka peluang pengembangan komoditas kedelai melalui kerja sama dengan pelaku industri tahu tempe dari Sukabumi dan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI).

Langkah diversifikasi tersebut, menurut Bupati, diambil sebagai upaya agar petani di Kabupaten Gorontalo memiliki banyak pilihan komoditas dan tidak hanya bergantung pada satu jenis tanaman saja.

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Kabupaten Gorontalo Sumadi, menjelaskan detil teknis penyaluran bantuan yang dibagi berdasarkan sistem rayon.

Distribusi bantuan tersebut, kata dia, dibagikan secara merata mulai rayon 1 di Kecamatan Telaga, hingga rayon enam yang mencakup wilayah Bilato dan Boliyohuto sebagai area terluas dengan cakupan 1.818 hektare.

"Pembagian zonasi ini dilakukan untuk memastikan bantuan benih terdistribusi tepat sasaran dan mendukung strategi peningkatan produksi pangan daerah secara menyeluruh," ujar dia.
Petani Kabupaten Gorontalo terima bantuan bibit jagung dari Kementan

Tak hanya fokus pada jagung, Sofyan Puhi juga membawa kabar gembira lainnya bahwa Kabupaten Gorontalo turut memperoleh alokasi pengembangan kelapa seluas 8.000 hektare.

Selain itu, Pemkab tengah membuka peluang pengembangan komoditas kedelai melalui kerja sama dengan pelaku industri tahu tempe dari Sukabumi dan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI).

Langkah diversifikasi tersebut, menurut Bupati, diambil sebagai upaya agar petani di Kabupaten Gorontalo memiliki banyak pilihan komoditas dan tidak hanya bergantung pada satu jenis tanaman saja.

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Kabupaten Gorontalo Sumadi, menjelaskan detil teknis penyaluran bantuan yang dibagi berdasarkan sistem rayon.

Distribusi bantuan tersebut, kata dia, dibagikan secara merata mulai rayon 1 di Kecamatan Telaga, hingga rayon enam yang mencakup wilayah Bilato dan Boliyohuto sebagai area terluas dengan cakupan 1.818 hektare.

"Pembagian zonasi ini dilakukan untuk memastikan bantuan benih terdistribusi tepat sasaran dan mendukung strategi peningkatan produksi pangan daerah secara menyeluruh," ujar dia.

Pewarta: Adiwinata Solihin

Editor : Debby H. Mano


COPYRIGHT © ANTARA News Gorontalo 2025