Pakistan meminta pemerintah Amerika Serikat melibatkan Wakil Presiden JD Vance dalam pembicaraan dengan Iran, The New York Times melaporkan pada Jumat (10/4).

Permintaan itu disampaikan karena sikap awal Vance yang menentang operasi AS-Israel terhadap Iran, sehingga dinilai lebih dapat diterima dalam perundingan, menurut sumber yang mengetahui hal itu.

Pakistan disebut meminta utusan khusus presiden AS Steve Witkoff untuk memasukkan Vance ke dalam tim negosiasi. Presiden Donald Trump kemudian menginstruksikan Vance untuk memimpin delegasi, menurut laporan tersebut.

Selain Vance, delegasi AS akan mencakup Witkoff dan utusan khusus lainnya, Jared Kushner.

Pembicaraan ini berpotensi menjadi pertemuan tingkat tertinggi antara perwakilan AS dan Iran sejak 1979.

Para ahli memperkirakan perundingan akan berlangsung sulit karena gencatan senjata saat ini masih rapuh dan parameter kesepakatan belum ditentukan.

Sebelumnya, Trump menyatakan telah menyepakati gencatan senjata dua pekan dengan Iran, yang juga mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz.

Iran kemudian menyatakan akan memulai pembicaraan dengan AS di Islamabad, Pakistan.

Namun, ketegangan tetap tinggi setelah serangan Israel di Lebanon tidak termasuk dalam kesepakatan tersebut.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti

 


Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Pakistan minta AS libatkan Wapres JD Vance dalam dialog dengan Iran

Pewarta: Primayanti

Editor : Debby H. Mano


COPYRIGHT © ANTARA News Gorontalo 2026