Program Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya) yang diinisiasi oleh Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN menjadi salah satu solusi perbaikan tata kelola tempat penitipan anak atau daycare di Indonesia.
Deputi Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga (KSPK) Kemendukbangga/BKKBN Nopian Andusti dalam konferensi pers di Jakarta pada Selasa mengemukakan, Program Tamasya kini menjadi prioritas di Kemendukbangga/BKKBN untuk memperbaiki layanan pengasuhan anak.
"Perbedaan Tamasya dengan tempat penitipan anak (TPA) biasa terletak pada empat layanan utama; pertama, memastikan anak diasuh dengan baik melalui peningkatan kompetensi pengasuhan; kedua, pemantauan tumbuh kembang anak selama berada dalam pengasuhan," katanya.
Nopian melanjutkan, perbedaan ketiga terletak pada peningkatan kapasitas orang tua agar tetap memahami pola pengasuhan meski anak dititipkan, dan keempat, yakni layanan rujukan apabila ditemukan kondisi anak yang dianggap tidak normal, seperti dirujuk ke puskesmas atau dokter spesialis.
"Tamasya ini merupakan penyempurnaan dari TPA yang sudah ada agar pengasuhan anak lebih terjamin. Program ini bertujuan memastikan perempuan tetap dapat bekerja setelah memiliki anak dan merasa tenang karena anak diasuh dengan baik," ujar dia.
Nopian menambahkan, slogan utama program Tamasya yakni "Anak ceria, ibunya tenang". Saat ini, sudah terdapat sekitar 3.536 TPA yang berubah menjadi Tamasya dalam waktu sekitar satu tahun sejak diluncurkan pada Mei 2025.
Program Tamasya kini sudah diterapkan di lingkungan pemerintah, perusahaan, dan masyarakat dengan tiga pendekatan implementasi, yakni di instansi pemerintahan, di perusahaan untuk karyawan swasta, maupun di lingkungan masyarakat yang dikelola oleh komunitas.
"Program ini dapat mengurangi kekhawatiran perempuan terhadap pernikahan, memiliki anak, hingga keputusan berhenti bekerja. Banyak perempuan memilih resign, menunda memiliki anak, bahkan enggan menikah karena persoalan pengasuhan anak, dan Tamasya diharapkan menjadi salah satu solusi," tuturnya.
Nopian menegaskan, pemantauan tumbuh kembang anak juga disampaikan kepada orang tua dalam Program Tamasya tersebut, sehingga orang tua diimbau untuk selalu aktif terlibat dalam pengasuhan dengan memberikan umpan balik atau feedback dari rapor keluarga yang akan diberikan secara berkala.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: "Tamasya" jadi solusi perbaikan tata kelola "daycare" di Indonesia
Editor : Debby H. Mano
COPYRIGHT © ANTARA News Gorontalo 2026