Belanda masih mengimpor gas alam cair (LNG) dari Rusia sebesar 12 persen dari total impor pada awal 2026, menurut data Institut Ekonomi Energi dan Analisis Keuangan (IEEFA).

"Itu jauh lebih banyak dari yang saya perkirakan," kata pakar energi Jilles van den Beukel kepada NOS News, Rabu (13/5).

Belanda menjadi satu dari lima negara Uni Eropa (UE) yang masih mengimpor LNG Rusia, bersama Spanyol, Prancis, Belgia, dan Portugal.

Data tersebut muncul ketika UE terus melanjutkan rencana penghentian bertahap impor LNG Rusia menyusul perang di Ukraina.

Sebanyak 44 kapal tanker LNG dari AS dan enam dari Rusia dilaporkan tiba di Pelabuhan Rotterdam selama tiga bulan pertama tahun ini.

Namun, tujuan akhir sebagian pengiriman di Eropa masih belum diketahui.

UE telah memutuskan melarang impor LNG Rusia mulai awal 2027, sementara pembatasan gas melalui jaringan pipa diperkirakan menyusul pada musim gugur 2026.

Kontrak pasokan gas baru dengan Rusia juga telah dilarang, meski perjanjian jangka panjang masih berlaku.

Menurut IEEFA, LNG kini menjadi bagian yang semakin penting dalam sistem keamanan energi Eropa di mana AS muncul sebagai pemasok utama.

Perusahaan milik negara Energie Beheer Nederland mengalokasikan 20 miliar euro (sekitar Rp409,7 triliun) untuk mengisi cadangan gas di tengah kehati-hatian pelaku pasar.

Pada 23 April, UE mengadopsi paket sanksi ke-20 terhadap Rusia yang mencakup 120 penetapan baru terhadap sektor energi, industri militer, dan jasa keuangan, termasuk mata uang kripto.

Blok tersebut juga memberlakukan larangan transaksi terhadap 20 bank Rusia serta menjatuhkan sanksi tambahan terhadap 46 kapal "armada bayangan" Rusia.

Sumber: Anadolu

 



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Belanda masih impor LNG dari Rusia meski ada sanksi Uni Eropa

Pewarta: Cindy Frishanti Octavia

Editor : Debby H. Mano


COPYRIGHT © ANTARA News Gorontalo 2026