VinFast Indonesia menyatakan masih menunggu hasil investigasi pihak berwenang mengenai kecelakaan kereta api yang melibatkan taksi Green SM di wilayah Bekasi, Jawa Barat, pada 27 April 2026, yang menyebabkan belasan orang meninggal dan puluhan orang terluka.

"Pada prinsipnya tentu kami bersimpati, berduka cita mendalam atas kejadian tersebut. Saat ini prosesnya masih dalam tahap investigasi oleh pihak berwenang, KNKT, kepolisian, dan beberapa instansi terkait," kata CEO VinFast Indonesia Kariyanto Hardjosoemarto di Jakarta, Rabu.

Ia mengatakan bahwa perusahaan mendukung penuh proses penyelidikan yang sedang dilakukan oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), kepolisian, dan instansi terkait lain.

Dalam hal ini, menurut dia, VinFast berusaha kooperatif dengan memberikan dukungan data yang diperlukan oleh pihak berwenang.

"Green SM merupakan sister company atau taksi operator, customer kami juga. Tapi kami selaku brand holder, pemilik produk, tentu berkolaborasi, kita support semua penyelidikan yang ada dengan memberikan seluruh data yang kami miliki," katanya.

"Hasil akhirnya seperti apa? Nanti tentu itu statement akan diberikan oleh pihak yang terkait, dalam hal ini KNKT," ia menambahkan.​​​​​​​

 

Green SM merupakan bagian dari ekosistem VinFast di Indonesia, yang mencakup VinFast Automobile selaku pengelola pabrik di Subang, VinFast Trading Indonesia selaku pengelola distribusi kendaraan, dan VGreen Indonesia yang menangani infrastruktur pengisian daya.​​​​​​​

"Green SM Indonesia itu perusahaan taksi terpisah, ada CEO-nya sendiri, ada perusahaannya sendiri. Jadi bagi kami Green SM itu adalah customer yang membeli kendaraan dari kami. Jadi itu merupakan entitas terpisah," kata Kariyanto.

Ia menambahkan, fokus utama VinFast saat ini tetap pada peningkatan pengalaman pelanggan melalui layanan penjualan dan purnajual, termasuk pelaksanaan program-program untuk meningkatkan penerimaan kendaraan listrik VinFast di Indonesia.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: VinFast tunggu hasil investigasi soal kecelakaan kereta api di Bekasi

Pewarta: Pamela Sakina

Editor : Debby H. Mano


COPYRIGHT © ANTARA News Gorontalo 2026