Jakarta (Antaranews Gorontalo) - Film remaja legandaris "Ada Apa Dengan Cinta?" menobatkan Dian Sastrowardoyo dan Nicholas Saputra salah satu pasangan layar lebar yang tak terlupakan. 

Setelah berhasil membuat banyak remaja era 2000-an tergila-gila pada puisi, Dian dan Nicholas kembali dipertemukan di beberapa film, yaitu "3 Doa 3 Cinta", "Drupadi" dan "Ada Apa Dengan Cinta? 2".

Bicara soal bayang-bayang Cinta & Rangga yang melekat padanya dan Nicholas, Dian Sastrowardoyo mengatakan "Aruna dan Lidahnya" bakal menyuguhkan sesuatu yang berbeda. 

Diadaptasi lepas dari novel karya Laksmi Pamuntjak, film ini mengisahkan Aruna si ahli wabah yang punya kecintaan pada makanan. 

Aruna ditugasi menyelidiki kasus flu burung di beberapa tempat di Indonesia. Dia pergi bersama sahabatnya Bono, koki profesional yang ingin menemukan resep kuliner otentik Tanah Air, juga Nad (Hannah Al Rashid) si kritikus kuliner, untuk pergi bersama sekaligus menjelajahi kekayaan kuliner nusantara.

Muncul juga Farish (Oka Antara), mantan teman sekantor Aruna yang diam-diam memantaunya.

"Gue beberapa kali kerja sama sama Nicho dan selalu menjadi pasangan. Dalam kehidupan nyata, kita benaran bersahabat. Ini film pertama untuk kami berdua yang menawarkan dinamika yang berbeda," jelas Dian dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (31/5).

Melekatnya kesan Cinta & Rangga ketika berada dalam satu proyek yang sama menjadi tantangan untuk bisa "mengacak-acak" ekspektasi penonton.

Di sisi lain, bertemu lagi dengan orang yang dikenal dekat membuat proses produksi terasa lebih mudah karena tak perlu lagi beradaptasi.

"Enak kerja samanya karena sudah tahu bagaimana kerja dengan satu sama lain," ujar Dian, menambahkan ia tetap penasaran apakah hasilnya di film ini bisa mengubah persepsi penonton  mengenai hubungan kerjanya dengan Nicholas.

Nicholas mengutarakan hal serupa. "Aruna dan Lidahnya" adalah tempatnya mengeksplorasi kemampuan akting, termasuk membuat hubungannya dengan Dian di layar lebar jadi terlihat lebih segar, baik untuk mereka mau pun untuk penonton.

"Ini langkah kita mencoba sesuatu yang berbeda," kata Nicholas.

Film yang disutradarai Edwin dan skenarionya ditulis oleh Titien Wattimena itu akan tayang pada September mendatang.

Edwin, sebelumnya telah menyutradarai sejumlah judul film yakni "Kara, Anak Sebatang Pohon", "Babi Buta yang Ingin Terbang", "Postcards from the Zoo" dan Posesif.

Sementara Titien Watimena, menulis skenario untuk "Salawaku", "Mengejar Matahari", dan "D’Bijis".
 

Pewarta: Nanien Yuniar

Editor : Hence Paat


COPYRIGHT © ANTARA News Gorontalo 2018