Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo Rifli Katili, Minggu, mengatakan pengelolaan Pantai Minanga di Kecamatan Atinggola Kabupaten Gorontalo Utara, dinilai cocok dengan Pantai Bandengan di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah.

Keduanya memiliki karakteristik wisata pantai yang hampir sama dan lahannya sebagian besar dikelola pemerintah daerah.

Pantai Bandengan merupakan kawasan wisata pantai seluas 16 hektar.

Lahan yang dikelola Pemda Jepara itu, dilengkapi dengan sembilan hotel dan resort serta ditata dengan penjualan ekonomi kreatif warga.

“Hebatnya dari kawasan ini, ada sinergi antara pengusaha dan pemerintah. Jadi hotel dan resort dibangun dalam kawasan, penjual ekonomi kreatif ditata tempatnya di dekat pantai sehingga hotel, wisata pantai dan ekraf melebur menjadi satu,” kata Rifli saat mengikuti studi tiru pengembangan pariwisata di Kabupaten Jepara.

Konsep pengembangan wisata seperti itu, lanjutnya, layak ditiru di Pantai Minanga.

Selain memiliki panjang pantai lebih dari dua kilometer, Minanga berada dalam kawasan yang dikuasai pemerintah daerah sekitar 30 hektar.

Ia menambahkan, pengelolaan wisata pantai tidak cukup jika hanya digerakkan pemerintah.

Banyak contoh pengelolaan destinasi wisata di Gorontalo yang tidak tumbuh, karena semuanya dikelola pemerintah.

Perlu diupayakan ada peran aktif dari pengusaha dan warga setempat.

“Di master plan kami, kawasan Minanga itu dibagi. Ada kawasan hotel dan resort yang dikelola oleh swasta, ada kawasan untuk ekonomi kreatif dan kuliner yang dikelola warga. Persis seperti yang ada di Bandengan ini,” ungkapnya.

Bandengan menjadi daya tarik wisatawan lokal Jepara dan Jawa Tengah pada umumnya.

Dinas Pariwisata setempat mengklaim libur lebaran Idul Fitri menjadi kunjugan tertinggi, dengan jumlah wisatawan mencapai 10.000 hingga 15.000 orang per hari

Pewarta: Debby H. Mano

Editor : Hence Paat


COPYRIGHT © ANTARA News Gorontalo 2022