Penjabat Gubernur Gorontalo Ismail Pakaya meminta pemerintah Kabupaten dan kota untuk memantau dan mewaspadai ancaman penyakit mulut dan kuku (PMK) hewan ternak menjelang Idul Adha. 

Hal tersebut disampaikan Penjagub Ismail saat memimpin rapat High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di Kantor Perwakilan Bank Indonesia, Selasa.

"Karena di hari lebaran nanti banyak yang akan memotong hewan kurban, melalui dinas pertanian provinsi dan kabupaten kota, saya minta untuk memantau adanya penyebaran PMK," ucap penjabat Gubernur.

Menurut Ismail Pakaya, pengawasan lalu lintas hewan ternak yang masuk ke Gorontalo harus ditingkatkan karena PMK masih banyak ditemui di beberapa daerah di luar Provinsi Gorontalo.

"Informasi kepada pak Wali Kota dan Bupati yang hadir atau mewakili, pengiriman sapi antar pulau juga sudah mulai dibuka. Ini juga yang harus kita pantau. Jangan jangan ada ternak sapi (positif PMK) dari luar masuk ke Gorontalo," tegas Ismail.

Staf Ahli Bidang Sosial, Politik dan Kebijakan Publik, Kemenaker RI itu mengajak seluruh pihak untuk memberikan edukasi masyarakat untuk dapat menyembelih dan menangani hewan kurban dengan benar, sehat dan halal.

Selain menyoroti kesehatan hewan kurban, dalam rapat TPID tersebut Penjagub juga mengharapkan pemda kabupaten/kota melakukan antisipasi adanya kenaikan harga pangan menjelang lebaran. Kenaikan harga bahan pangan menjelang bulan tertentu dan hari raya memang kerap terjadi.

"Untuk itu, mohon kita semua baik provinsi, kabupaten dan kota untuk melakukan pemantauan di distributor dan juga di pasar tradisional terutama komoditas yang menjadi penyumbang inflasi," pungkas Ismail.

Pewarta: Adiwinata Solihin

Editor : Debby H. Mano


COPYRIGHT © ANTARA News Gorontalo 2023