Jakarta (ANTARA GORONTALO) - Satu hal yang patut dicatat dalam kasus penyalahgunaan narkoba ialah sang pengguna bahkan masih bisa berperilaku normal. Ridho Rhoma, putra si Raja Dangdut, Rhoma Irama, demikian. 

"Banyak pemakai yang masih bisa berperilaku normal dan menyembunyikan hal itu," tutur Kepala Bagian Psikologi Polda Metro Jaya, AKBP Hary Prasetya, kepada ANTARA News dalam pesan elektroniknya, Senin. 

Salah satu alasannya ialah dia belum belum menjadi pencandu berat atau masih dalam tahap coba-coba.

"Bisa jadi yang bersangkutan belum menjadi pecandu berat, dalam taraf coba-coba atau hanya bersifat rekreasional yang hanya kadang-kadang memakai," tutur Prasetya. 

Dalam kesempatan berbeda, mantan Direktur Peran Serta Masyarakat Badan Narkotika Nasional, Brigadir Jenderal Polisi Drs Siswandi, menuturkan, perilaku normal ditunjukkan pengguna narkoba saat tak kekurangan zat, sehingga dia terkesan menyimpan perilaku buruknya itu. 

"Menyimpan kelakuannya. Seperti Ridho ini, dua tahun enggak ada yang tahu. Sehat saja. Secara fisik, tatkala kekurangan zat dia menjadi lemah. Kalau dia makai lagi, dia sehat lagi. Terus saja begitu," tutur dia. 

Kemudian, menyoal ketidaktahuan pihak keluarga, seperti dalam kasus Ridho Rhoma, Hary mengatakan kemungkinan pihak keluarga tak memperhatikan seksama. "Bisa jadi keluarga tidak berkata yang sebenarnya, atau akhir-akhir ini tidak memperhatikan perilaku yang bersangkutan," kata dia. 

Hal senada diungkapkan Siswandi. Dia justru mempertanyakan mengapa pihak keluarga bisa tak tahu menahu, padahal Ridho sudah menggunakan narkoba sejak dua tahun silam.

"Sudah dua tahun, kehidupan keluarganya bagaimana? Adiknya pakai sabu, kakaknya enggak tahu. Bapaknya mengampanyekan anti narkoba dengan ciptaan lagunya. Ini sangat disesalkan (kasus Ridho). Ironis kalau keluarga tidak tahu kehidupan anggota keluarganya," pungkas dia.

Pewarta:

Editor : Hence Paat


COPYRIGHT © ANTARA News Gorontalo 2017