Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bone Bolango, Provinsi Gorontalo menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) menjelang Ramadhan 1447 Hijriah di BPU Kecamatan Kabila.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bone Bolango Roswaty Agus di Gorontalo, Sabtu mengatakan kegiatan itu dilakukan untuk menjaga stabilitas harga pangan nasional.

"GPM ini merupakan instruksi langsung dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang dilaksanakan di 38 provinsi dan di 514 kabupaten dan kota se-Indonesia," ucap Roswaty.

Roswaty menjelaskan Gerakan Pangan Murah bukan sekadar pasar murah biasa, melainkan langkah strategis pemerintah daerah untuk memastikan masyarakat mendapatkan akses pangan dengan harga terjangkau di tengah fluktuasi harga pasar.

"Kegiatan ini adalah langkah nyata kami untuk pengendalian inflasi pangan, memperkuat ketersediaan bahan pokok, serta meningkatkan daya beli masyarakat. Kita ingin memastikan stabilitas pangan terjaga, terutama menjelang Ramadhan, Idul Fitri, Imlek dan Nyepi," ujar Roswaty Agus.

Roswaty menjelaskan, ada selisih harga yang signifikan dibandingkan harga pasar, berkat kolaborasi dengan berbagai mitra seperti Bulog, PPI, ritel modern, serta UMKM lokal.

Ia menyebutkan, harga Gerakan Pangan Murah Bone Bolango dibandingkan dengan harga pasar, yakni harga beras SPHP di Gerakan Pangan Murah Rp55.000/5 kg sementara di tingkat pasar Rp60.000, gula pasir Rp16.000/kg harga di pasaran Rp17.000, daging ayam ras Rp100.000 tiga ekor di pasaran Rp50.000/ekor serta telur ayam ras Rp60.000/bak.

"Telur ayam ras menjadi primadona dan paling awal habis terjual. Ini menunjukkan kesadaran masyarakat akan konsumsi protein tinggi sudah sangat baik," tambahnya.

Pewarta: Adiwinata Solihin

Editor : Debby H. Mano


COPYRIGHT © ANTARA News Gorontalo 2026