Pemerintah Provinsi Gorontalo menggelar Bimbingan Teknis Keluarga Berintegritas untuk memperkuat budaya antikorupsi dan tata kelola pemerintahan yang bersih di lingkungan aparatur sipil negara.
Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, di Gorontalo, Jumat, mengatakan integritas tidak hanya dibangun di lingkungan kerja, tetapi juga harus dimulai dari keluarga sebagai fondasi pembentukan karakter aparatur sipil negara.
“Integritas kita mulai dari keluarga,” kata Gusnar.
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Dulohupa Kantor Gubernur Gorontalo itu dilaksanakan berdasarkan Surat Perintah Tugas Gubernur Gorontalo Nomor 448/INSP.4/ST/V/2026 tanggal 5 Mei 2026.
Pelaksanaan kegiatan juga mengacu pada arahan Komisi Pemberantasan Korupsi terkait pendidikan antikorupsi dan penguatan peran keluarga dalam membangun integritas aparatur pemerintah.
Gusnar mengajak seluruh jajaran Pemerintah Provinsi Gorontalo menjadikan kegiatan tersebut sebagai momentum memperkuat budaya kerja yang jujur, disiplin, transparan, dan bertanggung jawab.
Direktur Pembinaan Peran Serta Masyarakat KPK, Kunto Ariawan, mengapresiasi komitmen Pemerintah Provinsi Gorontalo dalam mendukung penguatan budaya antikorupsi melalui pendekatan keluarga.
Menurut Kunto, keluarga memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan mencegah perilaku koruptif sejak dini.
Bimbingan teknis tersebut diikuti jajaran pimpinan Pemerintah Provinsi Gorontalo, mulai dari sekretaris daerah, asisten, kepala organisasi perangkat daerah, pejabat biro, hingga direktur rumah sakit daerah.
Seluruh peserta diwajibkan mengikutsertakan pasangan sebagai bagian dari penguatan nilai integritas dalam lingkungan keluarga aparatur sipil negara.
Pada akhir kegiatan, seluruh peserta mengikuti evaluasi dan tes pemahaman materi terkait pembangunan budaya antikorupsi dan keluarga berintegritas.
Kepala Badan Pendapatan Daerah Provinsi Gorontalo, Danial Ibrahim, meraih peringkat pertama dalam kegiatan tersebut.
Peringkat kedua diraih Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Gorontalo, Yana Yanti Suleman.
Sementara itu, peringkat ketiga diraih Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Gorontalo, Wahyudin Athar Katili.
Pemerintah Provinsi Gorontalo berharap nilai kejujuran, tanggung jawab, kesederhanaan, dan keteladanan semakin tertanam dalam kehidupan keluarga aparatur sipil negara sehingga dapat mendukung terciptanya budaya kerja yang profesional, transparan, dan bebas korupsi.
Kegiatan Bimbingan Teknis Keluarga Berintegritas itu juga menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan moral keluarga aparatur sipil negara sebagai fondasi mewujudkan pemerintahan yang bersih dan berintegritas di Provinsi Gorontalo.
Editor : Debby H. Mano
COPYRIGHT © ANTARA News Gorontalo 2026