Gorontalo (ANTARA) - Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail menyoroti pentingnya perlindungan generasi muda di ruang digital melalui kebijakan yang mendorong terciptanya ekosistem digital yang aman, sehat, dan sesuai dengan tahap perkembangan anak.

Pernyataan itu disampaikan Gusnar saat memimpin upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) Ke-118 dan Hari Arsip Ke-55 di lapangan Museum Purbakala Provinsi Gorontalo, Rabu.

Dalam sambutan Menteri Komunikasi dan Digital yang dibacakan Gusnar menegaskan bahwa tantangan kebangkitan nasional saat ini tidak hanya terkait kedaulatan wilayah, tetapi juga menyangkut kedaulatan informasi dan ruang digital yang semakin kompleks.

Ia menilai perlindungan terhadap generasi muda menjadi penting di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan penggunaan internet, sehingga diperlukan kebijakan yang memastikan ruang digital tetap aman dan ramah anak.

Selain itu, juga menekankan sejumlah program strategis pemerintah yang menyentuh kebutuhan masyarakat, mulai dari program makan bergizi gratis, sekolah rakyat, sekolah garuda, peningkatan kualitas guru, beasiswa pendidikan, layanan cek kesehatan gratis, hingga koperasi desa merah putih.

“Mari meneguhkan kembali arah perjalanan bangsa dengan menjadikan asta cita sebagai kompas utama untuk menghadirkan perubahan nyata di tengah kehidupan rakyat,” ujarnya.

Upacara tersebut juga dirangkaikan dengan peringatan Hari Arsip, di mana Gusnar mengajak masyarakat memanfaatkan arsip dan dokumen sejarah sebagai penguat kesadaran kebangsaan dalam pembangunan.

Kegiatan upacara tersebut dihadiri Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie, unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah Sofian Ibrahim, serta pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Gorontalo.

 



Pewarta: Faradila Alim
Editor : Debby H. Mano

COPYRIGHT © ANTARA 2026