New Delhi (Antaranews Gorontalo) - Presiden Joko Widodo melakukan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Vietnam Nguyen Xuan Phuc di Hotel Taj Enclave Diplomatic, New Delhi membahas peningkatan hubungan kerja sama ekonomi dan maritim.

Menurut laporan Antara di New Delhi pada Jumat, Presiden menerima kedatangan PM Vietnam di ruang pertemuan pada sekitar pukul 08.30 waktu setempat.

"Tadi Perdana Menteri Vietnam menyampaikan harapan agar target 10 miliar dolar AS pada 2020 dapat terwujud," kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menjelaskan pembahasan pertemuan antara Presiden Jokowi dengan Perdana Menteri Nguyen Xuan Phuc.

Menlu yakin target tersebut dapat tercapai mengingat perkembangan progresif perdagangan Indonesia-Vietnam.

Presiden Jokowi juga menyampaikan kekhawatiran adanya regulasi yang akan diberlakukan mengenai persyaratan non-tarif terhadap ekspor kendaraan bermotor ke Vietnam.

Kepala Negara mengatakan pemberlakuan persyaratan itu membutuhkan penyesuaian baik terkait biaya dan waktu.

Indonesia meminta pemberlakuan masa transisi sehingga ekspor tidak terganggu dengan regulasi yang rencananya keluar pada Oktober 2018.

Perdana Menteri Vietnam, tambah Retno, mengatakan kekhawatiran juga disampaikan oleh negara lain seperti Jepang dan Amerika Serikat.

"Oleh karena itu Perdana Menteri Vietnam akan menginstruksikan kepada Menteri Perhubungannya untuk segera membuat suatu bimbingan sehingga mempermudah atau memfasilitasi pelaksanaan dari dekrit tersebut dan Vietnam komitmen untuk terus menjaga dan menghormati perdagangan bebas yang memang sudah disepakati oleh ASEAN," jelas Retno.

Dalam pertemuan itu, Nguyen Xuan Phuc menyampaikan kerja sama Indonesia-Vietnam di bidang perdagangan perlu terus ditingkatkan.

PM Vietnam menjelaskan masih terdapat hambatan dalam meningkatkan kerja sama ekonomi kedua negara.

"Kedua pemimpin sepakat bahwa perdagangan dan investasi ini merupakan prioritas dari hubungan bilateral Indonesia dengan Vietnam," kata Menlu.

Total nilai perdagangan Indonesia-Vietnam hampir mencapai 7 miliar dolar AS pada 2017.

Pewarta: -

Editor : Hence Paat


COPYRIGHT © ANTARA News Gorontalo 2018