Gorontalo, (ANTARA GORONTALO) - Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo mengimbau jamaah umrah untuk mewaspadai penularan penyakit yang diakibatkan "Middle East Respiratory Syndrome Corona Virus" (MERS-CoV) selama di Arab Saudi.
"Tingkatkan daya tahan tubuh sebelum dan selama di lokasi umrah, rajin jaga kebersihan diri dan memeriksakan diri bila mengalami gangguan kesehatan," kata Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinkes Povinsi Gorontalo Irfandy Husa, Kamis.
Menurutnya, Dinkes belum mengeluarkan larangan melaksanakan ibadah umrah maupun haji tahun ini, karena belum ada perintah dari Kementerian Kesehatan.
"Belum ada surat edaran, sehingga kami baru sebatas mengimbau saja. Sebaiknya anak-anak, mereka yangb berusia lanjut dan ibu hamil menunda dulu keberangkatannya," katanya.
Terkait dengan penularan virus tersebut, ia menyatakan belum ada pasien di Gorontalo yang diduga tertular penyakit tersebut.
Meski demikian, kata dia, pihaknya tetap menyediakan ruang isolasi khusus pasien tertular virus tersebut jika memang ditemukan.
"Yang kami gunakan adalah ruang isolasi yang sama dengan penanganan penyakit flu burung. Ruangnya berada di RS Aloei Saboe dan RS Dunda," tambahnya.
Sementara itu, merebaknya virus tersebut membuat sejumlah warga Gorontalo yang berencana beribadah umrah tahun ini menunda keberangkjatan untuk sementara waktu.
"Sebenarnya saya baru mau mendaftar umrah, tapi melihat berita di televisi banyak terjadi kasus akibat penyakit tersebut, terpaksa keberangkatn saya tunda saja," kata Nuryana, salah seorang warga Kota Gorontalo.
COPYRIGHT © ANTARA News Gorontalo 2014
"Tingkatkan daya tahan tubuh sebelum dan selama di lokasi umrah, rajin jaga kebersihan diri dan memeriksakan diri bila mengalami gangguan kesehatan," kata Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinkes Povinsi Gorontalo Irfandy Husa, Kamis.
Menurutnya, Dinkes belum mengeluarkan larangan melaksanakan ibadah umrah maupun haji tahun ini, karena belum ada perintah dari Kementerian Kesehatan.
"Belum ada surat edaran, sehingga kami baru sebatas mengimbau saja. Sebaiknya anak-anak, mereka yangb berusia lanjut dan ibu hamil menunda dulu keberangkatannya," katanya.
Terkait dengan penularan virus tersebut, ia menyatakan belum ada pasien di Gorontalo yang diduga tertular penyakit tersebut.
Meski demikian, kata dia, pihaknya tetap menyediakan ruang isolasi khusus pasien tertular virus tersebut jika memang ditemukan.
"Yang kami gunakan adalah ruang isolasi yang sama dengan penanganan penyakit flu burung. Ruangnya berada di RS Aloei Saboe dan RS Dunda," tambahnya.
Sementara itu, merebaknya virus tersebut membuat sejumlah warga Gorontalo yang berencana beribadah umrah tahun ini menunda keberangkjatan untuk sementara waktu.
"Sebenarnya saya baru mau mendaftar umrah, tapi melihat berita di televisi banyak terjadi kasus akibat penyakit tersebut, terpaksa keberangkatn saya tunda saja," kata Nuryana, salah seorang warga Kota Gorontalo.
Editor : Hence Paat
COPYRIGHT © ANTARA News Gorontalo 2014