Gorontalo,  (Antaranews Gorontalo) - Kelompok Perupa Gorontalo dan "Huntu Art Distrik" (Hartdisk), mengampanyekan pelestarian burung di Danau Limboto, melalui lukisan dengan media kayu, Rabu.

"Lukisan berbagai jenis burung tersebut terpampang di tepi Danau Limboto, areal Pendaratan Soekarno Desa Iluta Kecamatan Batudaa Kabupaten Gorontalo mulai 15-19 Agustus 2018," Ketua Panitia kegiatan, Awaluddin Ahmad.

Jenis burung yang menjadi objek delapan pelukis tersebut merupakan burung pendatang dan penghuni tetap di Danau Limboto, seperti kuntul kerbau, mandar besar, blekok sawah, gagang bayam, pecuk padi belang, bambangan coklat dan kirik-kirik laut.

Selain objek burung, karya lain yang dipamerkan dalah lukisan yang bertema ajakan kepedulian terhadap pelestarian danau dengan luas kawasan inti sebesar 3.301,74 hektare tersebut.

Ia mengatakan burung adalah bagian penting dari Danau Limboto, yang kini berada dalam kondisi kritis.

Lukisan tersebut diharapkan dapat menarik keingintahuan pengunjung mengenai keanekaragamanhayati dan habitat, serta memberi informasi mengenai kondisi danau saat ini.

Pada Mei 2018 sebuah perkumpulan yang berkonsentrasi pada keanekaragamanhayati di Gorontalo, BIOTA, merilis ada 94 spesies burung yang hidup di Danau Limboto.

Anggota BIOTA Hanom Bashari mengatakan data tersebut merupakan hasil pengamatan sejak tahun 2014 hingga Mei 2018 di sejumlah lokasi pengamatan di danau tersebut.

Dari jumlah burung tersebut, 52 spesies adalah burung penetap, 32 spesies pengunjung, 9 spesies merupakan tipe pengunjung dan penetap dan 1 spesies belum diketahui apakah pengunjung atau telah menetap di danau tersebut.

"Sekitar 65 persen burung di Danau Limboto adalah penetap dan sisanya singgah untuk mencari makan di kawasan ini saat musim bermigrasi tiba," ujarnya.

Jenis penetap misalnya Itik Benjut (Anas gibberifrons), Kuntul Kerbau (Bubulcus ibis), Bambangan Merah (Ixobrychus cinnamomeus) dan Cangak Merah (Ardea purpurea).

Sedangkan jenis migran diantaranya burung Gajahan Kecil (Numenius minutus), Cerek Asia (Charadrius veredus), Trinil Lumpur Asia (Limnodromus semipalmatus), dan Terik Australia (Stiltia isabella).

Pewarta: Debby H. Mano

Editor : Hence Paat


COPYRIGHT © ANTARA News Gorontalo 2018