Harga daging ayam potong yang dijual di sejumlah pasar tradisional di Kota Gorontalo mengalami kenaikan karena mulai kurangnya stok ayam menjelang bulan Ramadhan.

Miko, seorang pedagang ayam potong di pasar Sentral, mengaku harga daging ayam telah naik dari Rp25ribu/kg menjadi Rp30ribu/kg sejak dua minggu terakhir.

"Sebelumnya ayam potong itu dihargai Rp50 ribu/ekor, namun saat ini harganya telah naik menjadi Rp65 ribu/ekor," jelasnya.

Kisaran harga ayam potong paling mahal saat ini mulai dari Rp75 ribu hingga Rp80 ribu tergantung dengan kualitas dan besarnya ayam.

Menurutnya, naiknya harga ayam potong disebabkan karena pembibitan di kandang tempatnya memasok ayam mengalami keterlambatan, serta tidak adanya pasokan ayam dari luar daerah.

Ia mengaku, hal tersebut juga menyebabkan jumlah ayam potong yang dipasoknya juga berkurang drastis.

"Biasanya kami mengambil dari kadang 200 ekor, sekarang kami hanya bisa mengambil 100 ekor saja, bahkan pernah kami hanya mendapat bagian 50 ekor saja," katanya.

Naiknya harga ayam potong tidak serta merta membuat para konsumen berhenti berbelanja.

"Hal ini sudah biasa terjadi menjelang bulan Ramadhan, jadi meskipun harga ayam naik saya tetap membelinya karena kebutuhan menghadapi bulan Ramadhan ada banyak orang yang akan datang berbuka puasa di warung makan saya," kata Yuniar, salah seorang pembeli ayam potong.*

 

Pewarta: Adiwinata Solihin

Editor : Hence Paat


COPYRIGHT © ANTARA News Gorontalo 2019