Generasi Penerus Perjuangan Merah Putih 14 Februari 1946 (GPPMP 46) berharap peristiwa heroik Merah Putih 14 Februari 1946 di Sulawesi Utara masuk kurikulum pendidikan sebagai muatan lokal di daerah itu.

Ketua Umum GPPMP 46 Jeffry Rawis menilai Provinsi Sulut telah berkontribusi signifikan terhadap eksistensi Negara Kesatuan Republik Indonesia yang diproklamasikan oleh Bung Karno, pada 17 Agustus 1945.

"Enam bulan sesudah proklamasi, Sulut adalah daerah pertama di luar Jawa, atau ketiga secara nasional (sebelumnya ada pertempuran 10 November 1945 di Surabaya, Red), yang dengan tegas melepaskan diri dari cengkeraman kolonial Belanda, sekaligus sepakat mendukung Proklamasi Kemerdekaan RI, 17 Agustus 1945, yaitu melalui Peristiwa Heroik Merah Putih 14 Februari 1946," ungkap Rawis.

Dengan alasan sejarah itulah maka jajaran Pemda di Sulut bisa memasukan kurikulum ini, agar anak-anak sebagai generasi akan datang paham tentang perjuangan heroik pahlawan perjuangan kemerdekaan RI.

Sebab, peristiwa heroik Merah Putih 14 Februari 1946, adalah momentum penting yang mengubah persepsi internasional, bahwa Proklamasi Kemerdekaan di Jakarta hanyalah gerakan para ekstremis dan kaum separatis di Tanah Jawa. Dari peristiwa kudeta militer di Manado ini, akhirnya memaksa Belanda menyerahkan kekuasaan pada 29 Desember 1949, setelah sebelumnya banyak negara di forum PBB mengakui kedaulatan RI.

Rawis juga menyampaikan implementasi hasil utama Rapat Kerja Nasional (Rakernas) GPPMP di Bitung, Sulawesi Utara, Februari 2019. Yakni Pendirian Institut Teknologi 14 Februari 1946 (ITF), sebagai bentuk usulan untuk pengambangan sumber daya manusia, serta mengingatkan kembali nilai sejarah di Sulut.

Untuk rencana mendirikan ITF, dimana sudah ada pembicaraan awal tentang lokasi kampus dengan Walikota Bitung, Tokoh Merah Putih Ventje Rumangkang selaku Pinisepuh GPPMP dan Pengusaha Audy Lieke yang juga Wakil Bendahara “Sam Ratulangi Institute” (SRIn).

Hasil Rakernas lainnya, pembangunan Monumen Merah Putih dan Diorama Peristiwa Heroik Perjuangan 14 Februari 1946, dimana sudah ada lokasi yang dijanjikan Walikota dan Wakil Walikota Manado, sementara Rektor Unsrat, Prof Dr Ir Ellen Kumaat yang juga Wanhat GPPMP, sudah menyiapkan tim desainnya.

Pewarta: Antara

Editor : Hence Paat


COPYRIGHT © ANTARA News Gorontalo 2019